Showing posts with label shizuoka. Show all posts
Showing posts with label shizuoka. Show all posts

3.04.2014

Merangkai mimpi di Shinkansen


Haha.... akhirnya sy bisa juga mencoba Shinkansen, transportasi khas dan terkenal dari negri Jepang yang sy kenal melalui anime - anime yang sy cintai pada jaman sekolah SMP - SMU. Hari itu sy bersama rombongan akan bertolak menuju Shizuoka dari Osaka, perjalanan sejauh 350km ditempuh dengan shinkansen hanya dalam waktu 2jam saja dengan biaya ¥8600 ($86) sangat mahal memang jika kita kurskan ke rupiah, tetapi jika dibandingkan dengan pesawat di Jepang yang mana menghabiskan waktu hanya 1jam tetapi memakan biaya ¥40000, dari perbandingan ini maka bisa sy (dan berdasarkan opini penduduk lokal Jepang) katakan bahwa shinkansen ini jauh lebih "worth it" daripada pesawat.


Karena saat itu kami berpergian bersama banyak orang sehingga tiket gruplah yang kami beli,  tetapi nantinya masing - masing penumpang tetap mendapat kartu eleltronik yang berfungsi sebagai pass card, sayangnya sy benar2 lupa berapa harga tiketnya ataupun berapa minimal /maksimal jumlah orang dalam 1tiket grup, bahkan sy kelupaan memfoto tiket pass card tersebut, tapi satu hal yang pasti dengan tiket ini anda & grup akan duduk bersama berdekat - dekatan di 1 area gerbong.

Tiket shinkansen


Shinkansen berbeda dengan kereta api di Indonesia. Ia tidak memiliki kelas gerbong, semua gerbong penumpang adalah sama, tidak ada kelas ekonomi / bisnis / eksekutif. Kebetulan shinkansen yang sy naiki hanya memiliki total 13gerbong saja. Kursi penumpang di tiap gerbong terbagi menjadi 2 bagian, A, B, C, dan D, E. Setiap gerbong dibatasi oleh pintu otomatis (yang sepertinya membuka / menutupnya berdasarkan sensor hawa panas tubuh penumpang) jadi kita tidak perlu repot - repot mengeluarkan tenaga tangan untuk membanting pintu gerbong agar dapat tertutup sempurna, ataupun mencari tombol pembuka pintu. Dan sy yakin anda akan terhindar dari kemungkinan terjepit oleh pintu...wakakakka... (based on a true story)

I love these window
Di setiap deret kursi penumpang terdapat masing - masing satu jendela yang memiliki tirai bermotif coklat seperti kertas daur ulang (tidak terlalu tebal / terlalu tipis, jadi sinar matahari hanya mampu sedikit mengintip dari sela - sela ruas kertas saja) yang dapat ditutup dengan menariknya dari atas ke bawah. Jendela model ini menurut saya sangat pas (berdasarkan pengalaman pribadi sy) dibandingan dengan jendela di KA Indonesia. Kebanyakan KA Indo jendelanya berpenutup tirai kain yang mana akan selalu bergoyang - goyang saat kereta mengalami goncangan atau sedang berbelok, dan bagi penumpang yang tidurnya menempelkan kepala ke arah jendela pasti tirai tersebut sempat "menyapu bersih" wajah anda, bersyukurlah bagi anda yang memiliki kulit wajah non-sensitif atau jika kain tirai kursi anda dalam keadaan bersih, tetapi jika kenyataannya adalah sebaliknya maka tetap ucapkanlah syukur sedalam - dalamnya ^^. Kemudian juga, kebanyakan KA Indonesia memiliki jendela yang lebar - lebar memanjang untuk 2 barus kursi sekaligus (depan belakang), bisa anda bayangkan jika anda duduk di baris belakang, kemudian anda tersinari oleh sinar matahari yang datangnya justru dari arah jendela bagian milik kursi depan anda dan anda sangat tidak menyukai rasa hangat atau takut "gosong", otomatis anda harus meminta tolong kepada penumpang di depan anda untuk menutupkan tirai di jendela depan, yah semoga penumpang tersebut berbaik hati untu menutupkan sedikit, tapi bagaimana jika penumpang tersebut justru menyukai hangatnya mentari? Atau bagaiman jika ia sedang tertidur pulas? Apakah anda cukup berani untuk maju untuk menutup sendiri jendela tersebut? Maka berpuaslah anda dengan keadaan seadanya...

Moga - moga ga aus deh..
Anda kecapekan selama perjalanan? Rebahkan saja kursi anda. Sy sempat kebingungan mencari - cari tombol pencetannya. Rupanya si "tombol" tersimpan begitu rapi sehingga tetap menjaga penampilan Shinkansen, karena ia bukan berupa "tombol" melainkan sebuah sudut di ujung pegangan tangan kursi penumpang, sudut tersebut rupanya bisa ditarik agak sedikit ke atas dan kursi anda pun akan rebah miring ke belakang. Sayangnya hanya ada 1 sudut kemiringan, berbeda dengan KA Indonesia, entah memang bisa atau karena engsel jok kursi penumpangnya sudah agak aus / rusak sehingga dengan sedikit penahanan maju mundur jok kursi dengan tangan anda, anda pun akan mendapat sudut yang tepat senyaman keinginan anda^^ wakakkaka.. hidup KA Indonesia!!

Kenyamanan & kepuasan konsumen benar - benar menjadi perhatian tersendiri di Jepang. Di shinkansen, meja penumpang meniru sistem meja di pesawat yang mana menempel di bagian belakang kursi penumpang depan, sehingga jika dibandingkan dengan meja di KA Indonesia yang tersimpan di sela - sela pegangan kursi, mejanya terkadang sulit dikeluarkan, apalagi jika engsel meja sudah berkarat T_T . Jadi meja shinkansen jauh lebih user-friendly".

Sekilas mirip KA Indonesia^^
Kemudian untuk suasana, shinkansen memiliki atmosfer yang sangat tenang, "cozy & comfortable". Tidak ada keributan, suara bising, dll bahkan sy sempat menoleh kiri kanan depan belakang sy lihat mayoritas penumpang hanya tidur, main hp, atau memandang keluar jendela, tidak ada yang saling berbicara (apa mungkin sdh menjadi tradisi di Jepang??) Bahkan para petugas kereta yang biasa kita lihat di KA Indonesia seringberlalu - lalang sambil membawa nampan berisi makanan minuman sambil berteriak - teriak menawarkan isi nampan mereka, hanya sy temukan 1x dan itupun si petugas berjalan tanpa bersuara, hanya bunyi roda troli dagangan mereka yang terdengar samar - samar. Bahkan setiap petugas yang melewati gerbong (baik petugas pemeriksa tiket, petugas penjual makanan-minuman, ataupun petugas yang kebetulan melewati gerbong) saat mereka sudah di dekat pintu gerbong, mereka selalu membalikkan badan ke hadapan kita dan membungkukan badan dalam - dalam, yang sy artikan sebagai tanda hormat sekaligus untuk berpamitan.. Hwaa.. sy benar - benar merasa tersanjung @_@
Jalanan masuk ke area restroom

Wastafel yang mirip di hotel 3*
Area restroom tidak menempel di balik pintu gerbong tetapi berada di area terpisah yang sangat luas (dibandingkan dengan toilet di transportasi umum lainnya), sangat nyaman, sangat bersih (dibandingkan dengan toilet KA Indonesia, ataupun alat transportasi umum lainnya yang pernah sy coba). Antara gerbong penumpang ke restroom dipisahkan oleh pintu otomatis. Ruangannya dibagi menjadi kiri & kanan. Di sisi kanan dibagi 2 yaitu toilet wanita & ruang wastafel. Di sisi kiri dibagi 2 yaitu toilet pria dan ruangan (/ruang menyusui). Luas tiap - tiap ruang juga sangat pas dan nyaman bagi ukuran seorang penumpang Asia, dan sangat bersih dengan dominasi warna abu2 yang lembut,  bahkan untuk flush toilet hanya perlu melambaikan tangan ke area tombol sensor. Well... sy benar - benar merasa nyaman untuk BAB ataupun BAK ^.^
Lambaikan tangan ada di sini

Toiletnya bahkan memiliki pengering tangan

Shinkansen sangat informatif. Di setiap pintu gerbong, di bagian atasnya terdapat monitor yang berulang - ulang menginformasikan hal - hal penting bagi penumpang, misalnya kode shinkansen yang anda naiki, stasiun awal di kota mana, stasiun pemberhentian, stasiun pemberhentian terakhir, dan bahkan setiap kali shinkansen akan berhenti di stasiun tertentu monitor akan memunculkan nama kota / prefekturnya beberapa kali sebagai pengingat para penumpang, sayangnya monitor tersebut tidak bersuara ataupun seingat sy tidak ada speaker untuk pengingat pemberhentian shinkansen, jadi bagi anda yang belum terbiasa naik shinkansen sebaiknya jangan tidur wkwkkkw.... karena sy lihat penumpang asli warga Jepang meskipun mereka tidur, mereka bisa terbangun tepat sesaat sebelum shinkansen sampai di stasiun tujuan mereka (atau mungkin jika ada yang terlewat, sy rasa mereka sudah cukup ahli untuk berhenti di stasiun berikutnya, dan kembali ke stasiun tujuannya entah naik shinkansen atau moda transportasi lainnya).
Bahkan di bagian belakang jok kursi setiap penumpang, yaitu di balik meja untuk makan terdapat gambaran denah gerbong - gerbong lokasi toilet, wastafel, tempat sampah, telepon umum, dan vending machine ,yang keterangannya dituliskan dalam bahasa Jepang dan Inggris.

Berikut adalah beberapa foto shinkansen & stasiunnya:

Menuju bangunan terminal, dari parkiran

Suasana terminal setelah turun dari shinkansen

Beli tiketnya dulu yaa



Disinilah tiket pass card digunakan

Scan your pass card ticket here
Perhatikan nomor peron anda


Tak dapat kepala, badan pun jadi

Tak dapat kepala, badan pun jadi (part-2)

Sejenis electronic map stasiun

Sekilas mirip KA Indonesia (part-2)

Hmm...kapan ya kita (Indonesia) punya alat transportasi sekelas shinkansen?

*****

10.01.2013

Review Hotel di Jepang (& resto)

Berikut adalah ulasan mengenai hotel & resto yang sy tinggali dan kunjungi selama di Jepang.

● Tokyo Dome Hotel
Alamat: 1-3-61 Koraku Bunkyo-Ku, Tokyo, 112-8562
Telepon: +81-31-5805-2111
Fax: +81-3-5805-2200
Tokyo Dome Hotel adalah sebuah hotel berbintang yang dibangun untuk mendukung sebuah landmark baru di kota Tokyo, yaitu Tokyo Dome, sejenis hall yang dapat digunakan untuk mengadakan pertandingan olahraga. Hotel ini juga berada di dekat Tokyo Dome City Attractions, yang berisi berbagai wahana permainan untuk anak hingga dewasa.
Menu makan pagi
Kursi dan sofa di lobi hotel selalu penuh pengunjung, terutama di jam2 non kerja. Sekitar jam 5 dini hari - jam 10 pagi dan jam 18.00 - 24.00. Sy sendiri adalah salah satu pengunjung tetap sofa di dekat kolam air mancur di mulai jam 19.00 - 23.00 :P Bahkan beberapa pengunjung harus rela berdiri mengantri dan "pandai2" mencuri sofa/kursi yang sedang kosong sesaat. Hal ini karena fasilitas Free Wi-Fi dibatasi hanya di lantai lobby hotel & memerlukan user ID & password (yang diganti setiap hari jam 9.00 pagi) dari pihak Customer Office hotel. Berikut adalah foto-foto TDH:

Lobi


User ID & Password






● Fujinobou Kaen Hotel
Alamat: 495-201 Subashiri, Oyama-cho, Sunto-Gun, Shizuoka, 410-1430
Telepon: +81-0550-75-1666
Fax: +81-0550-75-1668
Fujinobou adalah hotel yang sy tunggu2 sejak H-2, karena sy diberi bocoran oleh tour leader kami bahwa di hotel inilah kami akan mencicipi hidup ala Jepang semalaman :0 Hari-H. Hotel ini memiliki halaman hijau yang sangat luas, bahkan ia memiliki air terjun kecil buatan dengan sebuah kolam ikan koi..


Kamar2 di Fujinobou berupa kamar tradisional Jepang, tidur beralaskan tatami, rak lemari kayu kotak2 untuk menyimpan....YUKATA!! & sabuknya, meja & kursi pendel untuk TV, lemari kayu geser yang juga untuk menyimpan...GETA!!!

Geta disediakan ukuran besar model kotak2 warna hitam (mungkin untuk pria) & ukuran lebih kecil model lonjong warna merah (mungkin untuk wanita). Bahkan kami para penginap mendapat fasilitas FREE Onsen! :0 hufff...sayangnya peraturan untuk ber-onsen sungguh sangat berat untuk sy laksanakan sehingga sy tidak mencoba onsen sama sekali & tentu no info mengenai onsen^^ Hal ini karena, anda pengunjung Onsen hanya diperbolehkan membawa 1 handuk kecil (handuk kamar juga bisa) & anda harus melepas semua pakaian & atribut, meletakkan semuanya ke loker, alias anda diwajibkan untuk -sensor- telanjang bulat tanpa seutas benang pun menutupi & tanpa membawa barang apapun.... (off course include NO camera)...OMG!!! Meskipun onsen pria & wanita terpisah..tapi kita akan bertelanjang bersama dengan wanita2 lain yang pasti tidak semua kita kenal...dan menyalalah alarm bahaya di kepala sy @_@
My Big Breakfast
Free Wi-Fi tersedia di semua area hotel. Hanya saja per lantai memiliki server Wi-Fi sendiri. Jadi kalau anda berjalan2 ke berbagai lantai, otomatis koneksi anda akan putus nyambung - putus nyambung, karena setiap anda berada di lantai lain anda harus konek ke server sesuai lantai hotel tersebut, misal lantai 2, nama server: Fujinobou-2. Jadi sebaiknya anda berdiam di salah satu lantai untuk menikmati Wi-Fi yang tersedia.
My Dinner
Menurut sy nuansa tradisional Jepang di hotel ini kurang atau sy sendiri sajalah yang kurang cocok.. Kamar misalnya, sy merasa kamar terlalu sempit, bahkan tatami sy seringkali terinjak saat mau mengambil yukata di rak. Kamar mandi dalam kamar, tanpa nuansa Jepang, berkonsep portable modern, sayang terlalu sempit, dan fasilitas mandi yang tersedia juga kurang (dibandingkan dengan hotel berbintang lainnya yang sy kunjungi di Jepang). Geta..ukuran Geta merah terlalu kecil untuk sy, akhirnya sy memakai Geta hitam selama prosesi foto group (juga memakai yukata *_*) ehh...rupanya anggota grup yang wanita semuanya sama2 memakai geta hitam....wakakakka... sepertinya yang salah si Geta nih..^^. Yukata..motifnya terlalu biasa untuk nuansa Jepang & cenderung lecek (seperti tidak disetrika). Jadi kesimpulannya, menurut sy, Fujinobou kurang total untuk menjadikan dirinya sebagai hotel tradisional ala Jepang. Berikut adalah foto-foto Fujinobou Kaen Hotel:








Entrance & Penyekat Pintu Geser

Tatami
Rak Yukata (kiri) Rak Geta (kanan)


Yukata
Ups...hampir lupa.. di area ruang makan, ada sebuah pintu kaca yang menghubungkan ruang makan dengan balkon luar yang berumput dan memiliki view pegunungan, disana ditempatkan sebuah alat sejenis teropong yang sepertinya bisa melihat jauh hingga gunung Fuji, dengan anda memasukkan uang koin ¥100.

● Hyatt Regency Osaka
Alamat: 1-3-13 Nanko-Kita, Suminoe-Ku, Osaka, Japan 559-0034
Telepon: +81-6-6612-1234
Fax: +81-6-6614-7800
Hwaaaa....inilah hotel terbaik di antara 2 hotel lainnya! Di hotel ini sy tidur super duper nyenyak luar biasa, koneksi Wi-Fi lancar jaya seperti jalan tol, jangkauannya hingga kamar (bahkan mungkin sampai kamar mandi ya? #lebayy..). Bahkan ia menyediakan Yukata yang sangat rapi terlipat. No comment at all dehh buat hotel Hyatt ini. #4jempol! Berikut foto2 Hyatt Regency Osaka:




Huhuhu.. :'( saking enjoynya sy di hotel yang satu ini, sy hanya sempat mengabadikan 4 foto untuk hotel yang satu ini....

● Gotemba View Terrace Restaurant
Resto dengan simbol kincir angin yang begitu besar hingga dapat terlihat dari kejauhan sekalipun. Resto ini terdiri atas 3 lantai, dan beberapa ruangan terpisah. Anda bisa memesan 1lanrai sekaligus / 1 ruangan. Sy dan teman2 tur berada di lantai 3, jadi kami bisa makan all-you-can-eat Japanesse western chinesse style sambil menikmati pemandangan alam dari balik jendela. Berikut adalah foto-foto resto ini:





● Resto Jepang tradisional
Resto ini berada di gang kecil di pusat kota Osaka. Sayangnya nama resto bertuliskan huruf Jepang dan sy sendiri lupa menanyakannya ke local guide tur kami, untung sy sempat mengambil foto tampak depan resto tersebut.

Resto ini bergaya tradisional Jepang. Pintu kayu kertas geser, meja kursi pendek, pramusaji pria & wanita berbaju kimono & yukata, dll. Di resto ini setiap pengunjung harus melepas alas kaki, jadi mereka menyediakan loker kecil untuk menaruh alas kaki, kunci loker berupa lempengan besi bermotif khusus, yang diberi gantungan bel kecil..ting..ting..ting

1 set makan siang tradisional dan minuman teh ocha isi-ulang tersedia bagi kami dalam sebuah ruangan makan tertutup.

Haujekk pol...!


Bahkan toiletnya berbeda dengan toilet resto biasa. Dilengkapi pintu geser kayu, dan disediakan sepasang sandal anyaman untuk kita gunakan saat buang air di toilet. Sayangnya area toilet (tempat barisan antrian) & ruang dalam toilet sangat sempit.


● Hotel Universal Port
Lucky me... Hotel ini lokasinya hanya berseberangan jalan dengan Universal Studio... dan disini kami menikmati makan siang western japanesse buffet all you can eat... so yummy... Sayangnya sy hanya sempat mengabadikan interior hotel di dekat area makan hihihi...mungkin saking nikmatnya sy makan yaa X-D #malu mode: on!
Dijamin: Uenakkkk!



*****