Showing posts with label becak-manusia. Show all posts
Showing posts with label becak-manusia. Show all posts

6.05.2014

Kiyomizu-Dera: Mulai Jatuh Cinta

Di kuil Kiyomizu-dera inilah sy jatuh cinta pada lonceng angin Jepang, bunyi ting..ting..ting-nya yang sangat nyaring dan kertasnya yang berputar begitu kencang terlihat.. so Japanesse.. so natural.. so beautifull..


Kuil ini berlokasi di:
294 Kiyomizu 1-chome, Higashiyama Ward, Kyoto, Kyoto Prefecture, 605-0582, Japan

Berikut selayang pandang selama sy menikmati kuil ini:








Perjalanan singkat melewati pemukiman lokal, menaiki anak tangga dan sangat menghabiskan keringat di bawah terik matahari jam 12 siang. Bahkan foto2 jepretan sy jadi silau menghitam semua akibat terlalu cerahnya matahari bersinar -.-


Hihihi..ada bocah Jepang kejepret

2 ornamen yang selalu ada di kuil Jepang manapun, dan selalu menarik perhatian sy untuk mampir, membaca (wkwkkwk ga ngerti tulisannya sih....), dan mencobanya. Tiang berisi kertas2 doa atau permohonan dalam tulisan Jepang dan bahasa lainnya dan kolam / sumur ukuran kecil / besar untuk membasuh tangan para pengunjung / pendoa. Hanya saja kolam di depan Kiyomizu ini adalah yang terkecil yang sy temukan selama sy mengunjungi beberapa kuil di Jepang (dan juga terpendek....wkwkkwkw) (sy rasa bentuknya hampir mirip sumur di Indonesia yaaa....hanya dilengkapi kayu2 penyangga dan centong airnya...ewkekkekwekewkek^^)


Bahkan di belakang kuil, digantungi lonceng2 angin (zoom in, anda akan temukan: garis2 putih hijau)

Kuil di Jepang selalu berupa sebuah komplek yang besar, sama seperti di Asakusa Kanon Temple, Kiyomizu-Dera juga merupakan sekomplek lokasi yang terdiri atas banyak bangunan2 kecil yang mayoritas memiliki model luar & warna khas seperti 2 foto di atas, kayu2 oranye, tangga2 berwarna batu kapur, jendela2 mati berupa sekat kotak2 kecil, dan yang paling khas, di Kiyomizu ini sy banyak temukan banyaaaaaaakkkk sekali lonceng angin yang digantung dimana2, hmmm....seperti yang sy tulis di awal blog, kuil ini benar2 membuat sy fall-in-love dengan salah satu unsur kecil dari negri Jepang *fellingloved*



Tiket masuk

Tunjukkan tiket anda disini

Untuk memasuki komplek utama kuil, kita harus membeli tiket seharga ¥300 untuk dewasa & ¥200 untuk anak2 (max kelas SMP). Tiket ini wajib anda tunjukan ke petugas tiket di pintu masuk kuil seperti foto di atas.

Satu lagi, bocah Jepeng kejepret :P

Zoom in: anda akan lihat "garis2 putih hijau" yang merupakan rangkaian lonceng2 angin *_*

Memasuki komplek utama kuil, kita akan menemukan kolam untuk membasuh tangan dalam ukuran yang lebih besar. Lalu kita akan melalui selasar lorong panjang terbuka yang di langit2 atapnya digantungi rangkaian lonceng2 angin menuju area kuil berikutnya. Terasa begitu sejuk ~_~, terlindungi dari terik matahari, diiringi nyanyian lonceng angin Jepang...Zzzzz... :)

Biuh...tonggaknya berat bingitz, mana kuat..
Banyak pengunjung & pendoa yang berkumpul dan terdengar gelak tawa dengan diiringi bunyi seperti besi berat yang terbanting ke tanah, di daerah depan ruang2 kuil pertama. Rupanya di depan ruang2 kuil pertama terdapat sebuah ornamen kuil berupa sebuah tonggak berbahan seperti besi dengan warnanya yang agak gelap cenderung berkarat yang diletakkan terbelenggu dalam sebuah kotak pendek dengan wujud persis seperti tonggak besi tadi, dan semua orang berusaha dengan keras mengangkat tonggak besi tersebut. Kebanyakan mereka seperti tidak sanggup mengangkatnya hingga gelang2 kecil penghias tonggak berkali2 berbenturan berbunyi gemerincing. Rupanya ada cerita di balik ornamen tonggak besi ini, dikatakan bahwa barang siapa yang mampu mengangkat tonggak besi ini (sepertinya sih..tidak perlu terlalu tinggi.. tapi yaa mungkin jika makin tinggi makin baik yaa ?_?) (sambil menyebutkan doa pengharapan di dalam hati) maka harapan / keinginannya pasti akan terwujud (suatu hari nanti...^^). Sy juga mencoba, dan hasilnya...NOL besar T_T doa sih terucap.. tapi apa daya, tonggaknya ga bergerak sama sekaliiiii :(



Yaakkk... berjuang semangat '45 demi mengangkat tonggak besi :p

Sy sempat masuk sebentar ke dalam kuil utama, dengan tampang polos tak berdosa sy yang tidak mengerti bagaimana cara berdoa maupun urutan doa, ikut2an saja dengan arus pendoa di dalam kuil. Mula2 alas kaki kita harus dilepas dan dimasukkan dalam kantong plastik yang disediakan oleh penjaga kuil, kemudian sy pun mengikuti arus jalan para pendoa (tidak boleh berfoto sepertinya) dan sy sempat mendapat (pendoa lainnya juga) secarik kertas putih (& amplopnya) bertuliskan huruf2 Jepang, sepertinya sih.. kata2 doa...lumayannn simpan deehhh^^


Berikut adalah foto2 gambaran bagian dalam kuil samping (sayangnya sy tidak masuk ke dalam kuil karena sy lihat tidak ada pengunjung / pendoa yang masuk ke area dalam kuil, bahkan sy merasa sedikit sungkan untuk memotretnya dari depan):






Begitu luasnya kompleks area kuil ini, sampai2 ada beberapa sudut area yang sy tidak sempat mampiri, dan akhirnya sy hanya memfotonya dari kejauhan, seperti foto yang di bawah ini.

Saat sy hendak menuju daerah bawah komplek, di sisi kiri agak tersembunyi, terlihat gang dengan "shrine" tersebut, hwaaaa.... karena dikejar keterbatasan waktu akhirnya sy memilih tidak mampir ke sisi itu, dan terus berjalan menuju area lereng bawah kompleks kuil.

View alam sekitar kuil, yang sangat hijau nan indah

Dikatakan pada salah satu papan informasi sejarah kuil, bahwa kuil Kiyomizu, yang merupakan milik kelompok "Kita Hoso", didirikan oleh "Enchin", sang biksu agung pada tahun ke-8 Hoki (778 A.D). Kuil ini mensucikan "Kano" (Dewa Pengampunan) & "Bosatsu" (Bodhi-Sattva). Dewa pengampunan Buddha ini & segala kebajikannya yang sudah sejak masa lampau telah menjadi objek kepercayaan yang sangat kuat bagi seluruh masyarakat Jepang di semua lapisan. Struktur bangunannya saat ini adalah dari pembangunan ulang pada abad ke-17 (1663) yang terdiri dari "Romon" (gapura 2lantai), "Sanjunoto" (pagoda 3lantai), "Shoro" (menara berlonceng), dan beberapa bangunan lainnya.

Menurun menuju spot ter-ramai di kuil

Seperti yang sy tuliskan di atas, sy tidak mampir ke area ber-"shrine" putih yang sy foto di atas, melainkan sy mengikuti arah keramaian berjalan yaitu berjalan menurun, melalui anak2 tangga yang cukup banyak, dan disana sy menemukan banyak sekali pengunjung & pendoa yang berkumpul meskipun terik sinar matahari begitu terang... Woww... spot yang sungguh berbeda dengan sisi manapun di kuil..

ini dia spot ter-ramai (terfavorit) para pengunjung & pendoa kuil

Sebuah kolam yang sangat jernih seluas kolam ikan koi :P yang dikelilingi oleh sebuah bangunan berupa balkon batu dengan atap batu yang membumbung tinggi. Disana banyak pengunjung kuil yang  mengantri jalan untuk bisa masuk ke area balkon, (anda -pembaca- sadar / tidak, bahwa kali ini sy hanya menyebutkan "pengunjung" tanpa "pendoa"? Karena setelah sy ikut2an mengantri cukup lama, hahahahahahahahahhaha sy yakin mereka mayoritas adalah non pendoa a.k.a. turis, bahkan selama mengantri banyak sekali celotehan2 dalam bahasa Indonesia yang terdengar :P yahh... maklum Indo sedang libur lebaran saat itu)

Tampak atas, kolam sumber air
Rupanya di atas genting (kalau sy tidak salah mengira2) atap balkon tersebut terdapat 3 aliran sumber air yang mengalir seperti air terjun kecil (bisa dibilang mirip2 tumpahan air hujan dari talang air sih....^^) yaitu di posisi tengah2 atap balkon, dan tepat di sisi ujung kiri & kanan balkon. Selama saya mengantri pemandangan yang sy lihat adalah, para pengunjung yang berhasil sampai di balkon tersebut, mereka akan berusaha mati2an (kenapa sy menggunakan kata ini? Yaaa karena mereka terlihat begitu berjuang & sepertinya memang terlihat begitu melelahkan) tetapi sambil tertawa tergelak - gelak berusaha menampung air2 tumpahan tersebut dengan sebuah centong gelas bertangkai panjang (mungkin 1 meter panjangnya) dan mereka pun meminumnya, entah langsung dari centong gelas tsb atau mengisinya ke botol2 kosong yang sudah mereka siapkan sebelumnya sat mengantri. Jangan khawatir, pihak kuil menyediakan banyak centong gelas, dan mesin ultraviolet pensteril gelas2 centong tersebut.

Dijamin gelas centongnya bersih kog... yaa klo sy agak2 ga yakin sih..

Rupanya air2 tersebut bukanlah air biasa, (sy dapat info ini dari celotehan pengunjung2 lainnya yang  mungkin cukup rajin untuk mendengan penjelasan para tour guide mereka) ketiga air tersebut memiliki makna khasiatnya masing2. Sayangnya sy lupa... kalau tidak salah, ada yang berkhasiat untuk kesejahteraan, perjodohan , dan kesehatan, tapi jujur sy lupa, tetapi yang pasti, dikatakan bahwa jika anda mencampur2 airnya (dalam pengertian anda serakah mengingini semua khasiatnya), maka khasiat positifnya akan hilang.

Dan giliran sy pun datang, setelah melihat pengalaman2 para pengunjung lain, sy pun mendapat ide, botol minum yang sudah sy kosongkan isinya selama kepanasan mengantri sy masukkan ke dalam gelas centong panjang 1 meter tersebut, dan walhasil.... alamaaaakkkk..... centong panjang tersebut terasa begitu beraaaaatttt saat terisi air. Airnya mengalir kecil tetapi sangat cepat sehingga memiliki beban tersendiri. Akhirnya botol sy pun terisi full, dan sy merasa begitu puas. Anda bertanya air khasiat apa yang sy ambil??? Sy pun tidak tahu, toh ketiga2nya memiliki khasiat yang sama2 positif. Bagaimana rasanya??? Biasa saja. Seperti air putih pada umumnya, hanya saja tidak dimasak. Wakakaaaka benar2 sebuah pengalaman yang luar biasa....!


Di salah satu papan informasi sejarah kuil, dikatakan bahwa, Enchin, sang biksu dari kuil Yamato Nara, mendapat mimpi yang mana ia diperintahkan untuk mencari sebuah sumber air suci, dan ia pun menemukan sumber air Otowa di kaki gunung Higashiyama, dimana ia bertemu seorang pertapa bernama Gyoei, yang memberinya berkah karena ia telah lama memahami mengenai Kanon Bosatsu, dan akhirnya Kanon Bosatsu disucikan di sumber mata air ini & menjadi asal muasal Kuil Kiyomizu.


Oleh karena legenda di atas itulah, mengambil air suci tersebut menjadi hal yang populer bagi para pengunjung & pendoa. Pada masa kini Fudomoyo (atau Fudo-Myoo) juga disucikan sebagai raja penjaga. Dikatakan bahwa Fudo-Myoo dan 2 murid juniornya disucikan yaitu dengan persembahyangan di balkon sumber air (foto bawah). Sedangkan Gyoei si pertapa berada persis di sebelah mereka.


Air suci tersebut berasal dari sumber air di kedalaman 1000 meter yang bersumber dari Sungai Kamo. Air suci tidak pernah berhenti mengalir sejak ribuan tahun yang lalu melalui retakan lereng Higashiyama & ia termasuk dalam 10 situs air bersejarah yang terkenal di Jepang.


Pada awalnya kuil ini dinamai "Northern Kanon temple" yaitu sejak biksu Enchin dari kuil Kanon di daerah selatan, adanya pengaruh Esoteric Buddhism, dan adanya anggapan bahwa sumber mata air tersebut adalah air suci emas sepanjang masa. Kemudian semenjak banyak pendoa yang datang mengikuti upacara pembersihan air dingin yang diadakan di kuil tersebut, maka nama kuil pun secara resmi diubah menjadi "Kiyomizu" yang dalam bahasa Inggris berarti air yang bersih.

Resto tradisional Jepang di dekat sumber air

Akhir kata, sy katakan bahwa tempat ini luar biasa memberikan sy banyak hal baru, dan sy berani merekomendasikan pada anda lokasi wisata yang satu ini di Jepang. 3jempol!

*****

9.01.2013

Ada di Jepang

Hola.... ini adalah post kedua sy yang membahas seputar negara matahari terbit, negri impian para pecinta anime & manga. Post kali ini sy membahas mengenai segala hal / benda yang sy temui selama sy berwisata di Jepang, yang tidak ada (ehm..-belum ada-) di Indonesia, atau mungkin ada di Indonesia tapi jumlahnya sangat sedikit a.k.a jarang / sulit ditemukan. Semuanya akan sy tulis berurutan sesuai dg urutan sy melihat / menemukan / mendapatkan / membelinya. Jadi, bagi para pembaca blog sy, anda "diwajibkan" menuliskan comment pada post ini jika ada benda / hal yang sy tulis anda temui d Indonesia & jumahnya tidak sedikit alias mudah ditemukan ^_^

● Orange Juice Bireley's Premium Selection 100
Minuman kaleng ini adalah produk Jepang pertama yang sy terima pada saat sy baru saja menjejakkan langkah kaki di negri Jepang, tepatnya di dalam bus di area parkiran bandara Haneda, Tokyo. Minuman ini adalah bagian dari fasilitas tur yang diberikan melalui local guide kami. Bagaimana rasanya? Asaaaaaaammmm...! (-normal- bagi kedua orang tua sy. Apa sy yang terlalu lebay ya?)

● Toilet Duduk
Sebenarnya toilet duduk di Jepang (di mal dan hotel) hampir sama dengan toilet duduk di Indonesia, hanya saja toilet duduk di Jepang sudah dilengkapi sekumpulan tombol yang sangat membantu anda saat BAK & BAB ^^ Tombol2 ini mengatur sistem penyiraman air langsung dari kran khusus di dalam toilet ke tubuh anda yang duduk di atas toilet, jadi tidak ada kran selang di samping toilet untuk menyiram sehingga toilet dipastikan kering & bersih. Tombol2 ini dilengkapi multi bahasa, Inggris, Jepang, & bahasa gambar, sehingga orang dari negara manapun sy rasa mampu memakai tombol2 tersebut.
"Stop" untuk menghentikan penyiraman, "Spray" untuk menyiram ke arah (maaf) pantat, "Bidet" untuk menyiram k arah BAK wanita. "Water pressure + -" untuk mengatur suhu air yang disiram. "Flushing sound + -" ini dia tombol yang paling tidak berguna menurut sy, dengan tombol ini anda tidak akan mendengar suara flushing melainkan suara siulan burung, bunyi air terjun, dll. Bagaimana menurut anda?

● Vending Machine minuman (kaleng, botol, karton)
Hampir di semua sudut jalan, area keramaian, area menuju toilet, sudut mal, banyak ditemukan mesin penjual minuman, mereka selalu berderetan 2mesin sekaligus yang menjual minuman berbeda-beda di dalam keduanya, dengan warna & motif yang sangat "eye-catching" & "colourful" pada mesin bagian depan. Di Indonesia, terutama di kota sy, Surabaya, mesin penjual minuman sejenis pernah sy temukan di 2 tempat yaitu di RKZ alias Rumah Sakit Katolik St.Vicentius A.Paulo di jalan Diponegoro 51 dan di HCOS alias Rumah Sakit Premier di jalan Nginden Intan Barat Blok B. Hanya saja menurut sy di Indonesia mesin penjual minumannya cenderung tidak menarik perhatian, kurang terawat, terkesan tidak terbeli, kurang menarik (jika dibandingkan dgn yang ada di Jepang).

● Kran air (yang bisa diminum)
Xixixixiix.....inilah penyelamat sy dari dehidrasi selama di Jepang. Mengingat bahwa kami hanya mendapat jatah air mineral gratis dari pihak tur 1 botol 500 - 600 ml per harinya (di luar minuman saat makan pagi, siang, & malam). Bahkan fasilitas umum (yang hanya sy temukan di lokasi wisata permainan, seperti Disneysea, Disneyland, Universal Studio) ini sangat sangaatt membantu menjaga ketebalan dompet sy agar tidak jebol karena dehidrasi. Fyi, sebotol air mineral 500 - 600 ml dijual dengan harga terendah yang sy temukan, ¥100, (di vending machine yang sedang promo diskon) dengan kurs penukaran sy Rp.1 = ¥106, maka sebotol air mineral = Rp.10.600. Jadi kurang lebih anda akan menghabiskan minimal Rp.100.000/hari untuk memenuhi kebutuhan minum manusia normal (8 gelas per hari) o_o


● Wahana Sky Flower
Ini dia nih.... wahana permainan yang sy lihat dari kejauhan langit malam kota Tokyo di dekat hotel kami tinggal dan sy "ngarep bangetz" untuk mencobanya. Wahana ini adalah salah satu wahana permainan di area Tokyo Dome City Attractions di dekat hotel sy, Tokyo Dome Hotel. Wahana seharga ¥600 per orang ini adalah sebuah kotak kecil terbuka -hanya berpagar- yang cukup untuk diisi 2-3 orang dewasa dengan payung raksasa berlampu warna-warni yang akan membawa anda terbang tinggi ke langit malam Tokyo ( :) sy menaikinya saat malam hari, dan lagipula kalau siang hari lampu2 di payungnya juga tidak akan terlihat) sehingga anda bisa melihat kota Tokyo dari atas & meluncur turun dengan cepat, yang menurut sy kecepatan naik & turunnya masih dalam taraf normal, bahkan tanpa berpegangan pun sy tetap menikmati wahana ini.... yuhuuuu.. angin malam pasti anda rasakan saat ia meluncur turun..
Payung di sebelah kami yang ditumpangi 3 cewek remaja Jepang, entah mereka yang terlalu lebay atau memang mereka ketakutan luar biasa, wew... mereka berteriak-teriak setiap saat payung mereka meluncur turun... AAaaa......! AaaAaaaaaa.....! #pfiuhh..

● Mesin penjual tiket permainan
Tiket untuk bermain di wahana di area Tokyo Dome City Attractions hanya dapat dibeli melalui mesin tiket. Tiap mesin dapat melayani 3 wahana yang berdekatan, dan mesin ini bertuliskan huruf Jepang, kecuali nama wahana, jadi sebaiknya anda memanggil si mbak-mbak Jepang penjaga wahana dan meminta mereka membantu melakukan transaksi di mesin itu. Dengan pemahaman bahasa Inggris yang sepatah-sepatah mereka akan melayani kita (turis) dengan semaksimal mungkin dan sangat jujur (heheheheheh berdasarkan pengalaman sy yang memanggil mereka sampai 3 kali & mereka memberikan uang kembalian pas beserta uang sen-nya #4 Jempol!!


● Tokyo Banana
Hmm..pertama kali sy mendengar nama makanan ini dari local guide, sy tidak bisa membayangkan bentuk ataupun kemasan makanan tersebut. Kalau rasanya sih sy yakin pasti ada rasa2 pisangnya. Rupanya makanan ini adalah a-must-buy-food-souvenir. Awalnya makanan ini hanya punya 1 bentuk dan varian rasa. Setelah terkenal, Tokyo Banana mulai memiliki beberapa varian rasa & bentuk.

Original isi 8
  - Tokyo Banana Original. Isi 4pc. Packing plastik. ¥470 (lupa-lupa ingat ^^). Isi 8pc. Packing kotak & plastik. ¥1000.
Tampak dalam "original"
    - Tokyo Banana Roar. Isi 4pc. Packing plastik. ¥500.

    - Tokyo Banana Baumkuchen. Isi 9pc. Packing kotak & plastik. ¥1050.

Rasanya?? Nyuss... Nyess.. Maniss.. Lembutt... wkwk sy membeli Tokyo Banana original. Menurut sy Tokyo Banana ini memang maknyuss.. hanya saja jangan makan terlaku banyak.. nantinya bisa "eneg" yah mungkin maksimal 2pc/orang di waktu yang sama. Yaaa...kecuali jika anda penggemar makanan manis.. mungkin sanggup makan hinggal lebih dari 2pc di waktu yang sama.. Fyi, makanan ini sy temukan di area Tokyo Tower ( lantai berapa sy lupa T_T) di lantai itu kios2nya menjual beragam suvenir makanan, gantungan kunci, dll. Apa Tokyo Banana ada dijual di tempat lain? Sy tidak tahu. Bagi anda yang menemukannya di lokasi lain & anda membaca blog ini, anda "wajib" comment blog ini, agar wawasan pembaca lain (& juga sy) ikut bertambah.. apalagi kalau Tokyo Banana yang abda temukan harganya lebih murah bling2..¥_¥..cling2!

● Mesin pembuat & penjual gantungan kunci bergambar Tokyo Tower.
Mesin ini tentu saja hanya bisa anda temukukan di area Tokyo Tower, terutama di tower ketinggian 150 meter (lokasi saat sy menemukannya pertama kali). Mesin ini hampir saja menipu saya x_x mengapa? Jika anda melihatnya sekilas alias sambil lalu saja maka anda akan mengira harga gantungan kuncinya adalah ¥200..hoaaa sungguh harga yang sangat murah untuk sebuah gantungan kunci berbahan dasar kuningan. Fyi, selama di Jepang, hingga saat sy sebelum ke Tokyo Tower, suvenir gantungan kunci harga terbaik yang bisa sy temukan adalah ¥300 @_@.
Hanya ¥200 dan sy bisa mencoba mesin itu..wah benar2 seperti mimpi... Eeeehh...ternyata.. saat sy mendekat, ¥200 tersebut hanyalah harga untuk rantai & pinggiran bandulnya saja T_T anda harus menambah ¥400 - ¥600 untuk bagian bandul gantungan kuncinya :O !! (¥200 + ¥400 = ¥600 x kurs ¥1 = Rp. 106 = Rp. 63.600 ckckck...) Jadilah sy membatalkan niat membeli & mencoba mesin tersebut -_- dengan penuh keyakinan sy bisa menemukan penjual yang bisa memberi harga lebih ringan di kantong seorang karyawan swasta ;-)

● Rickshaw
Rickshaw alias becak yang ditarik dengan tenaga manusia ini sy temukan pertama kali di Jepang yaitu saat sy dan grup diajak makan di resto tradisional ala Jepang di pusat kota Tokyo. Terlihat ada beberapa cowok - cowok Jepang dan (ups...) satu2nya cewek dalam kumpulan itu memakai pakaian yang hampir sama, atasan putih, celana hitam, sepatu hitam, tutup kepala hitam (lihat foto). Mereka berdiri di pinggir jalan raya, berteriak sekeras2nya, sambil menyodorkan kertas di tangannya kepada setiap pejalan kaki yang lewat.
Di Jepang (Tokyo) sepertinya rickshaw digunakan bukan sebagai alat transportasi umum melainkan sebagai objek wisata. Mereka akan membawa anda berkeliling2 sekitar komplek area terdekat dengan rickshawnya selama kurang lebih 10menit. Berapa harga naik rickshaw? Bagaimana rasanya naik rickshaw? Sayangnya local guide sy saat itu terlanjur "mencak-mencak seperti cacing kepanasan" saat ia melihat ke arah jam tangannya, dan kami pun harus cepat2 kembali ke dalam bus, jadi, jawaban sy adalah nol besar (0) alias tidak tahuuu......

● Piring makan Anpanman
Hahaha.... piring unyu ini sy temukan saat makan di buffet hotel Fujinobou Kaen daerah Gotemba. Untuk orang dewasa berupa piring makan kotak2, sedangkan anak2 ditemani si Anpanman unyuuu....^^
Untuk dewasa
Untuk anak2 :P

● Pay TV Machine
Kebanyakan hotel2 di Jepang pasti menyediakan saluran TV populer berbayar di TV kamar hotelnya. Biasanya konsumen melakukan pembayaran di front office hotel, tetapi di hotel Fujinobou Kaen daerah Gotemba, sy menemukan mesin pembayaran untuk saluran TV populer. Mesin ini diletakkan di sudut dekat lift.
Bagaimana cara penggunaan mesin ini? Sy tidak bisa menjawabnya, karena sy tidak memakai fasilitas tersebut. Tetapi melihat tulisan di mesin tersebut sepertinya kita perlu memasukkan nominal ¥1000, mungkin kita akan mendapat sejenis kartu atau serial number tertentu, baru kemudian kita bisa mengakses TV populer di TV kamar kita.

● Mesin Penjual gantungan HP
Mesin ini ada di depan salah satu toko di shopping area Gunung Fuji stasiun perhentian  ke-5.
Kecantikan bandul2 pilihan yang dipajang di kaca depan mesin sempat membuat mata sy segar sesaat, dan dengan harga ¥200 (* Rp.106 = Rp.21.200 #Waoww!) mereka tersimpan dalam bentuk bola2 yang menurut sy cocok sekali untuk oleh2 kerabat spesial, namun melihat model mesin ini, sepertinya pembeli tidak dapat memilih gantungan Hp yang anda akan dapat, karena tidak ada tombol khusus untuk memilih model yang diingini seperti di kaca depan mesin. Niat sy pun urung 2x lipat...

● Sanitary Napkin Machine
Satu lagi mesin keren yang sy temukan di Jepang. Meskipun hanya sy temukan di beberapa sudut toilet umum, tapi mesin ini wajib diadakan di indonesia, terutama di lokasi wisata outdoor di Indonesia. Mesin penjual pembalut wanita! Waaooww...sebegitu tidak tabunya Jepang akan benda yang satu ini! Ketika kita wanita Indonesia kebingungan mencari cara menyembunyikan pembalut yang tak sengaja menyembul dari dalam tas saat kita mau berganti di toilet terdekat, wanita2 Jepang justru dengan santainya membeli pembalut melalui mesin ini di depan banyak wanita lainnya @_@ (di area toilet umum).
Harga pembalut wanita di dalam mesin ini ¥100 (= Rp.10.600 hmm..barang apa saja kalau lokasi jualnya di Jepang pasti harganya minimal 2x lipat di Indo ya? Hahahaha)

● Toilet Tradisional Jepang
Toilet jenis ini diklaim sebagai toilet tradisional asli made from Japan. Toilet model duduk jongkok ini biasanya ada di area toilet umum di lokasi wisata outdoor, sy menemukannya saat berada di istana Osaka dan Kuil Kyomizu-dera. Dari 6 ruang toilet umum yang tersedia, minimal ada 2 ruang yang toiletnya model jongkok, dan dinding ruang itu pasti diberi papan informasi mengenai ketradisionalan toilet ini & saran penggunaannya.


● KitKat Series (& Pocky)
Yup.. inilah suvenir makanan yang paling dikenal & diburu turis2 asal Indonesia, apalagi di Indo juga sedang booming onlineshop yang membuat PO (pre order) pembelian KitKat & Pocky (dengan harga.. 2x lipat aslinya di Jepang :0 ).
Kitkat Uji-matcha (Green tea)
Berdasarkan Google search engine, KitKat & Pocky di Jepang sebenarnya memiliki banyak sekali varian rasa, bahkan Pocky memiliki rasa khas untuk tiap2 kota di Jepang. Tapi selama sy berada di Jepang sangat sulit menemukan semua variannya, apalagi pocky, tidak ada 1 pun Pocky yang terlihat..justru sy lebih sering menemukan saudaranya, Pretz yang mengusung varian rasa seafood. Karena Pretz tidak dikenal di Indonesia jadi sy tidak membahas /memfotonya.
- KitKat Green tea ("uji-matcha") (yang memiliki rasa khas teh hijau Uji dari Kyoto)
    ~ Hanamasa supermarket > 1 plastik besar isi 10pc @2 slice >¥368
   ~ Salah satu toko di shopping area gunung Fuji perhentian stasiun ke-5 > item sama persis di Hanamasa >¥500
    ~ Toko kecil menuju departure area di bandara Kansai (KIX) > 4 slice >¥150. > Karton > 10pc @4 slice >¥1500.
Hwaaa...perbandingan harganya semakin sy temukan kog semakin mahal saja :O.


- KitKat Blueberry Cheesecake.
    ~ Di toko yang sama tempat sy menemukan KitKat Green tea di Gunung Fuji > packing karton menyerupai Gunung Fuji > jumlah isi: tidak diketahui >¥600
- KitKat Strawberry ("Wa-Ichigo") 
    ~ Di toko yang sama tempat sy menemukan KitKat Green tea di bandara Kansai > 4 slice >¥150. > Karton > 10pc @4 slice >¥1500.
- KitKat Cherry Blossom / Sakura????
Sy tidak yakin akan KitKat yang satu ini, karena sy tidak melihatnya secara langsung dengan mata sy sendiri. Rupanya di toko kecil arah Departure area bandara Kansai selain menjual KitKat strawberry, green tea, juga menjual varian lain yang tidak terlihat oleh sy karena sy hny sesaat di toko itu lalu segera berlarian mengejar flight pesawat T_T. Saudara sylah yang meyakini bahwa toko itu juga menjual varian blueberry cheese, dan Sakura (atau rasa Cherry Blossom?? #dia sendiri  lupa2 ingat #hihihi sudah pikun mungkin :)).
Keberadaan si Sakura atau Cherry Blossom ini diyakini benar adanya setelah sy melihat hasil jepretan sy untuk varian Strawberry, terlihat di ujung kanan ada varian lain yang warnanya sama2 pink dengan si Strawberry (mungkin karena warna pinknya sama sy jadi tidak melihatnya). Untuk harga dan jumlah item, baik Blueberry cheesecake, maupun Sakura (atawa Cherry Blossom) sy yakin persis sama dengan 2 varian lainnya, yaitu, > 4 slice >¥150. > Karton > 10pc @4 slice >¥1500.
*Pocky
Sebagai tambahan informasi, sy menemukan Pocky varian rasa non-Indonesia, di Hongkong, tepatnya di daerah Causeway Bay, shopping area, di sebuah toko convenient store. Sayangnya karena saat itu sepi, hanya sylah pengunjung mereka, jadi sy tidak berani memotret tanpa membelinya ^^. Pocky rasa Coconut, Gokuboso, dan Tropical @HKG$18. Pocky rasa Strawberry dan Almond Crush @HKG$22.

● Love Fortune Teller
Sebuah alat yang kecil, simpel dan menarik perhatian. Alat ini sy temukan di jalanan setapak, daerah pertokoan menuju kuil Kyomizu-Dera, di depan salah satu toko. Di dalamnya terdapat banyak kertas gulungan kecil berisi ramalan tentang cinta, anda hanya perlu membayar ¥100, dan anda boleh mengambil acak salah satu gulungan. Jika anda tidak suka dengan isi kertas ramalan, sebaiknya dilipat panjang & diikatkan ke papan yang ada di bawah kotak ramal (katanya sih...untuk membuang sial) tapi jika ramalannya bagus anda boleh menyimpannya / membuangnya :p


● Gantungan handphone Hello Kity Sanrio
Harga gantungan Hp kecil imut nan unyu ini ¥525 berarti sekitar Rp.55.650 (Kurs Rp.106) emmm...harga yang lumayan tinggi menurut sy, dan keaslian gantungan HP ini sy rasa bisa diragukan melihat dari tempat penjualannya, sebuah kios suvenir di deretan jalur masuk ke kuil Kyomizu-Dera. Tapi hingga detik ini (saat sy menulis post) sy masih sangat berharap agar ia benar2 asli original Sanrio, karena rupa2nya adik sy sudah membelinya x_x dan sy baru menyadarinya sepulangnya kami ke surabaya...huhuhuhu

● Permen Coklat Melon
Permen ini dikatakan sebagai salah satu permen lokal asli Jepang. Permen yang ditawarkan oleh Local Guide kami saat sedang perjalanan di dalam bus ini memiliki tekstur persis melon berkulit yang terbelah dua, dengan rasa coklat yang maniiiissss sekali, empukkkk, lumeeerrr.. Harganya ¥1000 per 1pack besar.


● Kacang Pistachio
Kacang ini juga dikatakan sebagai salah satu snack asli Jepang...jujur saja sy sendiri agak meragukan kebenaran informasi tersebut..sebab sy cukup sering mendengar & melihat snack kacang ini. Rasanya? Enak, gurih, asin2 menggelitik di lidah. Harganya ¥1200 per 1pack besar.

● Permainan Jepang
Saat kami berkunjung ke Heian Shrine, di halaman pintu masuk ada 2remaja Jepang yang sedang memainkan permainan seperti yang terlihat di foto. 1 remaja memakai jubah panjang hitam, topeng -semacam- rubah, dan ia memainkan mainan yang mirip yoyo / gasing, sedangkan kawannya yang lain mensyutingnya dengan kamera, mirip kamera shooting milik televisi.
Apa mungkin si pemain adalah seorang pementas, dan si pensyuting memang karyawan TV lokal yang sedang membuat acara televisi? Ada yang tahu permainan apakah itu? Apakah jubah & topeng hanya perlengkapan pertunjukan?

● Simpul Jepang
Haaa.... satu lagi benda Jepang yang unik dan sy tidak tahu apa itu... T_T Anybody knows?? Plz comment my posting..
Simpul Jepang?
(Fyi, sy menemukannya di rak2 piring di salah satu resto tradisional tempat kami makan siang di Tokyo)

● Mobile Phone Charger Machine
Hwaaaa.... satu lagi benda keren di Jepang (baik fungsinya maupun bentuknya). Spot charger ini sayangnya tidak gratis, ¥300 per 20menit (dengan koin pecahan ¥100) (=Rp.30.600/20menit -kurs Rp.106 = ¥1) dan hanya bisa digunakan untuk handphone asli Jepang, yaitu: NTT Docomo, AU, Softbank. Jadi lupakan kemungkinan anda (turis asal Indonesia) untuk bisa nge-charge di alat itu. >.<

● Telepon Umum
Indonesia memang punya telepon umum, sayang jumlahnya semakin sedikit, yang ada pun kebanyakan rusak tidak bisa dipakai, kondisinya tidak terawat, banyak stiker iklan yang tertempel, dll. Coba kita bandingkan dengan telepon umum di Jepang. Telepon umum hijau ini sy temukan di Universal Studio. Ia berada di dekat "Mobile Charger Machine" dan kran air minum gratis.
Add caption
Terlihat dari foto, bahwa 1 alat telepon umum ini sangat fleksibel, anda punya kartu telepon? Bisa! Anda hanya punya koin? Bisa juga! Lokasi sedang ramai sekali? Besarkan saja volume suara telepon. Si penelepon bersuara keras? Kecilkan saja volume telepon. Anda sedang dalam keadaan darurat? Panik? Butuh pertolongan? Anda bisa menelepon pusat kepolisian / pemadam kebakaran / ambulans, GRATIS!! (Biasanya orang yang panik/shock pasti bingung sehingga sy rasa fitur gratis telepon darurat ini benar2 bermanfaat...). Bagaimana dengan telepon umum di Indonesia??

*****