6.05.2014

Kiyomizu-Dera: Mulai Jatuh Cinta

Di kuil Kiyomizu-dera inilah sy jatuh cinta pada lonceng angin Jepang, bunyi ting..ting..ting-nya yang sangat nyaring dan kertasnya yang berputar begitu kencang terlihat.. so Japanesse.. so natural.. so beautifull..


Kuil ini berlokasi di:
294 Kiyomizu 1-chome, Higashiyama Ward, Kyoto, Kyoto Prefecture, 605-0582, Japan

Berikut selayang pandang selama sy menikmati kuil ini:








Perjalanan singkat melewati pemukiman lokal, menaiki anak tangga dan sangat menghabiskan keringat di bawah terik matahari jam 12 siang. Bahkan foto2 jepretan sy jadi silau menghitam semua akibat terlalu cerahnya matahari bersinar -.-


Hihihi..ada bocah Jepang kejepret

2 ornamen yang selalu ada di kuil Jepang manapun, dan selalu menarik perhatian sy untuk mampir, membaca (wkwkkwk ga ngerti tulisannya sih....), dan mencobanya. Tiang berisi kertas2 doa atau permohonan dalam tulisan Jepang dan bahasa lainnya dan kolam / sumur ukuran kecil / besar untuk membasuh tangan para pengunjung / pendoa. Hanya saja kolam di depan Kiyomizu ini adalah yang terkecil yang sy temukan selama sy mengunjungi beberapa kuil di Jepang (dan juga terpendek....wkwkkwkw) (sy rasa bentuknya hampir mirip sumur di Indonesia yaaa....hanya dilengkapi kayu2 penyangga dan centong airnya...ewkekkekwekewkek^^)


Bahkan di belakang kuil, digantungi lonceng2 angin (zoom in, anda akan temukan: garis2 putih hijau)

Kuil di Jepang selalu berupa sebuah komplek yang besar, sama seperti di Asakusa Kanon Temple, Kiyomizu-Dera juga merupakan sekomplek lokasi yang terdiri atas banyak bangunan2 kecil yang mayoritas memiliki model luar & warna khas seperti 2 foto di atas, kayu2 oranye, tangga2 berwarna batu kapur, jendela2 mati berupa sekat kotak2 kecil, dan yang paling khas, di Kiyomizu ini sy banyak temukan banyaaaaaaakkkk sekali lonceng angin yang digantung dimana2, hmmm....seperti yang sy tulis di awal blog, kuil ini benar2 membuat sy fall-in-love dengan salah satu unsur kecil dari negri Jepang *fellingloved*



Tiket masuk

Tunjukkan tiket anda disini

Untuk memasuki komplek utama kuil, kita harus membeli tiket seharga ¥300 untuk dewasa & ¥200 untuk anak2 (max kelas SMP). Tiket ini wajib anda tunjukan ke petugas tiket di pintu masuk kuil seperti foto di atas.

Satu lagi, bocah Jepeng kejepret :P

Zoom in: anda akan lihat "garis2 putih hijau" yang merupakan rangkaian lonceng2 angin *_*

Memasuki komplek utama kuil, kita akan menemukan kolam untuk membasuh tangan dalam ukuran yang lebih besar. Lalu kita akan melalui selasar lorong panjang terbuka yang di langit2 atapnya digantungi rangkaian lonceng2 angin menuju area kuil berikutnya. Terasa begitu sejuk ~_~, terlindungi dari terik matahari, diiringi nyanyian lonceng angin Jepang...Zzzzz... :)

Biuh...tonggaknya berat bingitz, mana kuat..
Banyak pengunjung & pendoa yang berkumpul dan terdengar gelak tawa dengan diiringi bunyi seperti besi berat yang terbanting ke tanah, di daerah depan ruang2 kuil pertama. Rupanya di depan ruang2 kuil pertama terdapat sebuah ornamen kuil berupa sebuah tonggak berbahan seperti besi dengan warnanya yang agak gelap cenderung berkarat yang diletakkan terbelenggu dalam sebuah kotak pendek dengan wujud persis seperti tonggak besi tadi, dan semua orang berusaha dengan keras mengangkat tonggak besi tersebut. Kebanyakan mereka seperti tidak sanggup mengangkatnya hingga gelang2 kecil penghias tonggak berkali2 berbenturan berbunyi gemerincing. Rupanya ada cerita di balik ornamen tonggak besi ini, dikatakan bahwa barang siapa yang mampu mengangkat tonggak besi ini (sepertinya sih..tidak perlu terlalu tinggi.. tapi yaa mungkin jika makin tinggi makin baik yaa ?_?) (sambil menyebutkan doa pengharapan di dalam hati) maka harapan / keinginannya pasti akan terwujud (suatu hari nanti...^^). Sy juga mencoba, dan hasilnya...NOL besar T_T doa sih terucap.. tapi apa daya, tonggaknya ga bergerak sama sekaliiiii :(



Yaakkk... berjuang semangat '45 demi mengangkat tonggak besi :p

Sy sempat masuk sebentar ke dalam kuil utama, dengan tampang polos tak berdosa sy yang tidak mengerti bagaimana cara berdoa maupun urutan doa, ikut2an saja dengan arus pendoa di dalam kuil. Mula2 alas kaki kita harus dilepas dan dimasukkan dalam kantong plastik yang disediakan oleh penjaga kuil, kemudian sy pun mengikuti arus jalan para pendoa (tidak boleh berfoto sepertinya) dan sy sempat mendapat (pendoa lainnya juga) secarik kertas putih (& amplopnya) bertuliskan huruf2 Jepang, sepertinya sih.. kata2 doa...lumayannn simpan deehhh^^


Berikut adalah foto2 gambaran bagian dalam kuil samping (sayangnya sy tidak masuk ke dalam kuil karena sy lihat tidak ada pengunjung / pendoa yang masuk ke area dalam kuil, bahkan sy merasa sedikit sungkan untuk memotretnya dari depan):






Begitu luasnya kompleks area kuil ini, sampai2 ada beberapa sudut area yang sy tidak sempat mampiri, dan akhirnya sy hanya memfotonya dari kejauhan, seperti foto yang di bawah ini.

Saat sy hendak menuju daerah bawah komplek, di sisi kiri agak tersembunyi, terlihat gang dengan "shrine" tersebut, hwaaaa.... karena dikejar keterbatasan waktu akhirnya sy memilih tidak mampir ke sisi itu, dan terus berjalan menuju area lereng bawah kompleks kuil.

View alam sekitar kuil, yang sangat hijau nan indah

Dikatakan pada salah satu papan informasi sejarah kuil, bahwa kuil Kiyomizu, yang merupakan milik kelompok "Kita Hoso", didirikan oleh "Enchin", sang biksu agung pada tahun ke-8 Hoki (778 A.D). Kuil ini mensucikan "Kano" (Dewa Pengampunan) & "Bosatsu" (Bodhi-Sattva). Dewa pengampunan Buddha ini & segala kebajikannya yang sudah sejak masa lampau telah menjadi objek kepercayaan yang sangat kuat bagi seluruh masyarakat Jepang di semua lapisan. Struktur bangunannya saat ini adalah dari pembangunan ulang pada abad ke-17 (1663) yang terdiri dari "Romon" (gapura 2lantai), "Sanjunoto" (pagoda 3lantai), "Shoro" (menara berlonceng), dan beberapa bangunan lainnya.

Menurun menuju spot ter-ramai di kuil

Seperti yang sy tuliskan di atas, sy tidak mampir ke area ber-"shrine" putih yang sy foto di atas, melainkan sy mengikuti arah keramaian berjalan yaitu berjalan menurun, melalui anak2 tangga yang cukup banyak, dan disana sy menemukan banyak sekali pengunjung & pendoa yang berkumpul meskipun terik sinar matahari begitu terang... Woww... spot yang sungguh berbeda dengan sisi manapun di kuil..

ini dia spot ter-ramai (terfavorit) para pengunjung & pendoa kuil

Sebuah kolam yang sangat jernih seluas kolam ikan koi :P yang dikelilingi oleh sebuah bangunan berupa balkon batu dengan atap batu yang membumbung tinggi. Disana banyak pengunjung kuil yang  mengantri jalan untuk bisa masuk ke area balkon, (anda -pembaca- sadar / tidak, bahwa kali ini sy hanya menyebutkan "pengunjung" tanpa "pendoa"? Karena setelah sy ikut2an mengantri cukup lama, hahahahahahahahahhaha sy yakin mereka mayoritas adalah non pendoa a.k.a. turis, bahkan selama mengantri banyak sekali celotehan2 dalam bahasa Indonesia yang terdengar :P yahh... maklum Indo sedang libur lebaran saat itu)

Tampak atas, kolam sumber air
Rupanya di atas genting (kalau sy tidak salah mengira2) atap balkon tersebut terdapat 3 aliran sumber air yang mengalir seperti air terjun kecil (bisa dibilang mirip2 tumpahan air hujan dari talang air sih....^^) yaitu di posisi tengah2 atap balkon, dan tepat di sisi ujung kiri & kanan balkon. Selama saya mengantri pemandangan yang sy lihat adalah, para pengunjung yang berhasil sampai di balkon tersebut, mereka akan berusaha mati2an (kenapa sy menggunakan kata ini? Yaaa karena mereka terlihat begitu berjuang & sepertinya memang terlihat begitu melelahkan) tetapi sambil tertawa tergelak - gelak berusaha menampung air2 tumpahan tersebut dengan sebuah centong gelas bertangkai panjang (mungkin 1 meter panjangnya) dan mereka pun meminumnya, entah langsung dari centong gelas tsb atau mengisinya ke botol2 kosong yang sudah mereka siapkan sebelumnya sat mengantri. Jangan khawatir, pihak kuil menyediakan banyak centong gelas, dan mesin ultraviolet pensteril gelas2 centong tersebut.

Dijamin gelas centongnya bersih kog... yaa klo sy agak2 ga yakin sih..

Rupanya air2 tersebut bukanlah air biasa, (sy dapat info ini dari celotehan pengunjung2 lainnya yang  mungkin cukup rajin untuk mendengan penjelasan para tour guide mereka) ketiga air tersebut memiliki makna khasiatnya masing2. Sayangnya sy lupa... kalau tidak salah, ada yang berkhasiat untuk kesejahteraan, perjodohan , dan kesehatan, tapi jujur sy lupa, tetapi yang pasti, dikatakan bahwa jika anda mencampur2 airnya (dalam pengertian anda serakah mengingini semua khasiatnya), maka khasiat positifnya akan hilang.

Dan giliran sy pun datang, setelah melihat pengalaman2 para pengunjung lain, sy pun mendapat ide, botol minum yang sudah sy kosongkan isinya selama kepanasan mengantri sy masukkan ke dalam gelas centong panjang 1 meter tersebut, dan walhasil.... alamaaaakkkk..... centong panjang tersebut terasa begitu beraaaaatttt saat terisi air. Airnya mengalir kecil tetapi sangat cepat sehingga memiliki beban tersendiri. Akhirnya botol sy pun terisi full, dan sy merasa begitu puas. Anda bertanya air khasiat apa yang sy ambil??? Sy pun tidak tahu, toh ketiga2nya memiliki khasiat yang sama2 positif. Bagaimana rasanya??? Biasa saja. Seperti air putih pada umumnya, hanya saja tidak dimasak. Wakakaaaka benar2 sebuah pengalaman yang luar biasa....!


Di salah satu papan informasi sejarah kuil, dikatakan bahwa, Enchin, sang biksu dari kuil Yamato Nara, mendapat mimpi yang mana ia diperintahkan untuk mencari sebuah sumber air suci, dan ia pun menemukan sumber air Otowa di kaki gunung Higashiyama, dimana ia bertemu seorang pertapa bernama Gyoei, yang memberinya berkah karena ia telah lama memahami mengenai Kanon Bosatsu, dan akhirnya Kanon Bosatsu disucikan di sumber mata air ini & menjadi asal muasal Kuil Kiyomizu.


Oleh karena legenda di atas itulah, mengambil air suci tersebut menjadi hal yang populer bagi para pengunjung & pendoa. Pada masa kini Fudomoyo (atau Fudo-Myoo) juga disucikan sebagai raja penjaga. Dikatakan bahwa Fudo-Myoo dan 2 murid juniornya disucikan yaitu dengan persembahyangan di balkon sumber air (foto bawah). Sedangkan Gyoei si pertapa berada persis di sebelah mereka.


Air suci tersebut berasal dari sumber air di kedalaman 1000 meter yang bersumber dari Sungai Kamo. Air suci tidak pernah berhenti mengalir sejak ribuan tahun yang lalu melalui retakan lereng Higashiyama & ia termasuk dalam 10 situs air bersejarah yang terkenal di Jepang.


Pada awalnya kuil ini dinamai "Northern Kanon temple" yaitu sejak biksu Enchin dari kuil Kanon di daerah selatan, adanya pengaruh Esoteric Buddhism, dan adanya anggapan bahwa sumber mata air tersebut adalah air suci emas sepanjang masa. Kemudian semenjak banyak pendoa yang datang mengikuti upacara pembersihan air dingin yang diadakan di kuil tersebut, maka nama kuil pun secara resmi diubah menjadi "Kiyomizu" yang dalam bahasa Inggris berarti air yang bersih.

Resto tradisional Jepang di dekat sumber air

Akhir kata, sy katakan bahwa tempat ini luar biasa memberikan sy banyak hal baru, dan sy berani merekomendasikan pada anda lokasi wisata yang satu ini di Jepang. 3jempol!

*****

5.03.2014

Fungsi Aromatherapy

Bargamot:
Membangkitkan energi tertentu yang membuat perasaan menjadi lebih bersemangat, menyegarkan pikiran, & melancarkan peredaran darah, juga berguna untuk meredakan batuk dan influenza

Rose & Green Tea:
Menyeimbangkan hormon, meningkatkan rasa percaya diri, membangkitkan inspirasi terutama rasa sensitif & romantis, mengatasi perasaan tertekan, menimbulkan perasaan bahagia, bersifat ultrafeminim, dan dapat mengatasi berbagai alergi

Night Queen:
Melancarkan peredaran darah, menghangatkan tubuh, menenangkan pikiran, dan membangkitkan gairah seksual

Opium:
Menghangatkan, membuat pikiran menjadi lebih relaks dan tenang, serta menyegarkan tubuh

Cempaka:
Menghasilkan perasaan damai, mengurangi tekanan, melancarkan pernafasan. Cocok digunakan saat suasana tenang, damai, & sepi.

Clove
Clove (cengkeh):
Pembasmi bakteri yang baik (bersifat antiseptik) & dapat meredakan sakit gigi

Peppermint:
Pembasmi bakteri & melancarkan pernafasan. Jika digunakan untuk pengharum ruang, dapat mrncegah terjangkitnya penyakit flu dan infeksi pada anak kecil

Frangipani
Frangipani:
Menghangatkan, menenangkan, meningkatkan daya ingat & kemampuan belajar, memperkuat serta menyegarkan pikiran, juga dapat meningatkan gairah seksual

Geranium:
Menenangkan pikiran, mengatasi frustsi dan mood yang berubah - ubah, serta mengatasi kulit sensitif, dan menstruasi yang tidak teratur

Jasmine & Jasmine Tea:
Menghangatkan, penyerap toksin yang baik, pembangkit gairah seksual dan mengatasi masalah seksual, menanamkan perasaan positif, dan rasa percaya diri

Lavender:
Menyeimbangkan tekanan darah, memudahkan tidur, mengurangi tegangan & menetralisir perasaan sentimental berlebihan , juga cocok untuk mengatasi masalah pencernaan dan gangguan menstruasi

Lavender

Lemon & Vanila:
Membangkitkan gairah & perasaan senang, menambah energi & selera makan

Apel & Strawberry:
Menimbulkan rasa bahagia & mencerahkan suasana
Strawberry

Patchuli & Musk:
Menghangatkan, menstimulasi otak & pembangkit gairah seksual

Sandalwood:
Mengatasi rasa cemas, tegang, takut, juga mempunyai efek menenangkan, dan dapat membantu mengatasi gangguan tidur

Ylang ylang
Ylang - ylang:
Melancarkan peredaran darah, menghangatkan tubuh, mampu menyerap toksin di udara, dan mampu membangkitkan rangsangan seksual

Maxchampia:
Mengatasi depresi dan ketegangan, serta mengurangi rasa letih akibat aktivitas yang padat

Lotus:
Mengatasi rasa gugup, stres dan depresi, & dapat membuat atmosfer sekitar terasa segar & sehat

Lotus




*(Semua gambar, diambil dari Google Image Search result)*

*****

4.09.2014

Half Day Trip @ Central Surabaya

This half day trip, visited some old / heritage spot around central Surabaya, which location were close enough each other so that we could move to each spot by walk only or by cheap-citizen-transportation called "Bemo". It started from 1.15pm and ended at about 6.30pm.

JEMBLUNG NOODLE
Since we started this trip at noon so we better had some lunch first, we choose a main course from a 4-star hotel in Central Surabaya, Jemblung noodle.

Taman Cafe


This menu (& it's predecessor: "Jancok" fried rice) is one of the modern-authentic-Surabaya-taste menu which served in Taman Cafe at Surabaya Plaza Hotel (which opens from 7am to 11pm). At first it was made as a partner to its predecessor, Jancok fried rice, because of its hot & spicy flavour (so that Surabaya local people couldn't resist its hot that they would shout out "JANCOK" ("shit!" in english language)) the Hotel management made another new authentic menu named Jemblung noodle, which has a sweet flavour (similiar to Java fried noodle) to neutralized your mouth & tongue after ate Jancok fried rice (only if your stomach could accept another big portion after the fried rice @_@).

You can easily count the chicken chasio -.-

"Jemblung" in Surabaya local language means as a-fat-big-full-stomach (after too much eating), so you're expected to be full & fat, untill you couldn't take another food again after you eat this fried noodle (according to the local people customs who like to eat in a big portion) because this fried noodle -same like its predecessor- is served in super big portion with an appropriate price, I would advise you to eat'em all with at least 3 girl friend or minimum 2 boy friend so that none will left behind in you plate. For me, it tasted too sweet so I suggest you not to eat the chicken chasio, vegetables, scrambled egg, & pickles at once, you better ate them slowly one by one to help you neutralize the sweet taste from the noodle, so that in the middle of eating you wouldn't feel sick, which will ended you to stop eating at all.

Say no to anything "sweet"!
Jemblung noodle sold in package set of Rp.130.000 (price of 2013) include a pitcher of sweet ice tea (same package for Jancok fried rice), with a cozy athmosphere of Taman Cafe, I am sure that you will enjoy this noodle (or Jancok fried rice) (with friend), stay there much longer, have some chit chat, and feels like home. Last, before you went out from this hotel, don't forget to take your picture on the red-Jancok-posters near the Taman Cafe entrance.

T-shirt for sale


SUBMARINE MONUMENT
After having lunch with fried noodle, it's time to explore some historical spot in central Surabaya. Less than 5 minutes walk, from Surabaya Plaza Hotel, next to Delta Plaza, there were Submarine monument (local people called them "Monkasel").


Entrance ticket
This submarine monument is a real ship of Pasopati 410, which is one of East Division Marine Fleet. It was named as KRI Pasopati 410, it was classified as 9 SS Whiskey class, made in Vladivostok, Rusia in 1952. It has joined in Indonesia Marine since January 29, 1962, and one of its war in Indonesia history was Trikora operation. The monument construction was started at July 1995, and its first stone was put by Surabaya Governor in that year, Mr. Basofi Sudirman, while in the same time this submarine body has been sliced into 16 pieces in PT.PAL Indonesia. Then all of them was put in its properly arrangement and built again on the monumen location. It was open officially for public in July 15, 1998.



More complete information about this monument, you can reach them here (Indonesian language). This monument opens from 8am to 11pm, but I suggest you to there in the afternoon, why? Seeing the location, the parking area, and its facility, I think that it's more safe for you to go there with some friend (not only couple) and not at night (after 5pm). Well I couldn't describe "why" in words, when you go there you'll know what I mean.



Ticket officer, here
The ticket cost only Rp.5000, include the monument &  history videography. Inside the monument there are some woman officer in marine uniform who ready to guide & explain, even help you to take your picture, luckily my officer was very helpful & friendly, she knows the best photo spot inside the monument. Here, some of the inside part of the monument: (do not worry, there's Air-Conditioned in each submarine room)




After exploring the submarine, it's about time to watch the videography. There we stopped at the restroom, such a pity for a historical site that it was in a very poor condition. It located hidden at the monument back area, near the music stage. There's only 1 restroom with an unproperly condition & cleanliness for a visitor (in my opinion), hopefully local government will pay more attention for such important
facilities in a historical site.


Shame on my government
The videography wasn't shown at the exact time (we did asked the ticket officer, she said it shown at 4pm, but about 3.50pm we tried to check the videography room, it has played about. The video looks old, black and white colour, boring (for me..) so we only watched it about 10minutes  T_T

Videography room

Feels so sleepy...zzzz
At the end from your visit to Submarine monument, you must go to the back side of the monumen area, there's somekind of big river, right? Then you already visited another historical site again... you know... Kalimas riverside! Wakakakka.... 2 in 1 place!!

Marine army motto

The submarine data

Submarine Monument: 39th Pemuda street, Surabaya 60100, East Java, Indonesia. phone: +6231-5490410. Info@monkasel.com


ZANGRANDI ICE CREAM
Feel exhausted and sweating from the submarine monument, such a good decision to continue our trip to enjoy something fresh, sweet, & delicious, hmm... yummy... Zangrandi Ice Cream!!

If Jakarta has Ragusa has it's old ancient delicious ice cream, then Surabaya has Zangrandi ice cream! It has been built since 1930. It also written in its book-menu-cover, even their menu books looks old & a bit fragile. They have 2 restaurant area. First, the inside area, smaller, modernized, and completed with Air-Conditioned. Second, the outside area, this area much more crowded than the inside area, no AC, fan only but visitor tend to choose the outside area, even when the weather is summer or when the sun shined so bright into the restaurant area. Why visitor prefer to choose the outside area? I think it's because of their real old-ancient athmosphere & furniture (red-yellowish made of plaited rattan) was stayed & keep preserved in the outside area only. When people coming there not only looking for their dessert / ice cream, maybe they'd likely to feel the old-decades or nostalgic with old-friend off course they would choose the outside area.


They served each table each person there free a glass of water... it's a must service from them..I think...since their dessert or ice cream a bit pricy for me (monthly-paid office-worker T_T) and also compared to another ice cream cafe in some Mall at Surabaya. We order a glass of Macedonia with topping of Rhum Raisin & Lychee (Rp.30.000) and a heart-shaped plate of "Love Deal" ice cream (Rp.45.000)... hmmm... taste so sweet, delicious & cold, except the "rhum raisin" I think it's too strong, too bitter >_<. Some other of their ice cream menu that I can still remember, such as: Noodle Ice Cream, Chocolate Twinkle, Crispy Basket, Royale Peach, Avocado Fudge, and etc, but their first ice cream menu and also the most favourite was Tutti Frutti... hmmm...yummy...

For your information, at first it was named as Renato Zangrandi Ijspaleis (Netherland language, I think..) In the old times, it was told that their location was very strategic, across the street, there was Simpangsche Societeit building (nowadays we called them Balai Pemuda (I may translated them into Youth Central..I guess)).

Look at those painting, another historical athmosphere

Zangrandi Ice Cream: 19th Yos Sudarso street, Surabaya, East Java, Indonesia. Phone: +6231-5345820


YOUTH CENTRAL (BALAI PEMUDA)
Full by the sweetness of Zangrandi ice cream, we decided to cross the street and visit another historical site, Balai Pemuda (youth central). This was a quite big complexes building in one area, but the exact building that was the nearest to Zangrandi was this Balai Pemuda. As I have explained above, at first it was named as Simpangsche Societeit, and the street location, in old times was named as Simpang Straat. This building has been built since 1970 by a Dutch architect named Westmaes. This building also considered to be unique & ancient, especially its dome & gevel. In old times it used to be a place for rich & socialite people to hold a party, dance, or watching concert. Nowadays this building used for exhibition or any kind of occasion which gave a positive effect to or from young people or public society, such as traditional art exhibition, young painter exhibition, and etc. Unfortunately there's nothing in the day when we did visit the Balai Pemuda at noon. X_X So there's not much experience I can tell...


Youth Central: 15th Gubernur Suryo street, Genteng, East Surabaya.


ONDEMOHEN COCONUT SATAY
Our next spot, I think it's an optional (but very recomended to try to) since our trip has already visited 2 food spot. Here I offer you 2 situational option:


1. If there's an exhibition / ocassion in youth central, you're interested in it and spent about 1-2 hours, I think your somach has quarter or half emptyed already, then I would recomend you to continue to CSO by bemo. Whether you just try them a bit (half with friend or you buy the satay only) or eat a full portion.

2. If there's no exhibition / ocassion (same like me that day) or if there is but you're not interested in it, and you still want to continue to CSO, then you better go there by walk. Hahahhaaa..... no bemo at all. Quite a long way of walking but I'm sure that the energy that you loss from walking is enough to emptyed your stomach, so you're ready to accept another food. I'm sure that even you order a full portion of satay with lontong, it won't be a big deal for you. Wakakkaka...^^

This satay is different from the ordinary satay you've ever met before. Coconut satay was grilled in-covered with shreded coconut, so their smokes has a unique smell that will invite you to come & try. It served in 2 option, meat or chicken, with special seasoning, sliced-cut onions, small chillies in pieces-cut, and lontong or plain steam rice, but satay in usual way always come with lontong. It opens from 6pm - 9pm, actually if you go to this spot only (different from my plan trip) I suggest you to come earlier, maybe about 4pm, why? Because near this CSO, about 2 neighbours away there's a small-old-times restaurant named Pangsit Mie 168 who closed at about 5pm. Their favourable menu is dumpling noodle & "lemper" (some kind of steamed rice filled with chopped chicken meat covered with banana leaf). It's very recomended.

For your information there's another smaller restaurant that also selling coconut satay. Some people said that the owner was used to be one of CSO owner (still their relatives) but then he/she decide to move away and built their own coconut satay restaurant, near CSO, then I have an opinion that now they might have already being a competitor.


So how do you know which Coconut Satay that I told in this post? In my opinion you better try them both, but I prefer CSO with title "Bu Asih" (the bigger restaurant). I've tried them both. For me, the smaller restaurant's satay wasn't fresh, it taste hard for my teeth. I didn't know why. But I think it's because they have a little customer only (as what I saw the day I ordered their satay & compared to Bu Asih), so maybe their raw material turn over slow, they might have kept their fresh meat / seasoning / chicken too long. Well, it's just my opinion, OK? You've got to prove it yourself..^^

In Bu Asih, each portion consist of 10 stick of meat satay with no lontong or rice will cost you Rp. 21.000 (year of 2013), while chicken satay with lontong will cost you Rp.14.000 (price of 2013). In the smaller CS restaurant, meat satay with no rice or lontong willcost you Rp.17.000 (price of 2013). Cheaper, but I would choose Bu Asih.

Coconut Satay Ondemohen: 36th Walikota Mustajab Street.

Oops.. forgot to mention, about how do we gonna get to these spots? Well, my starting point was from East Surabaya, let's say Raya Manyar Street, in front of Bookstore Manyar Jaya you should take & ride on "bemo" code RT-YKP or RT-TULUS green colour. Tell the driver that you gonna stop at Indosat Gallery or at the junction of Kayun Street, or you just shout "left" (minimum twice) to driver when the bemo has reached that 2 places. Don't forget to pay the driver Rp.4000 / person (bemo fee in 2013) once you arrived at Indosat Gallery or junction Kayun Street you have to take & ride on another bemo grey colour type "M", same as previous but your destination will be monkasel or Delta plaza. Arrived at Monkasel or Delta plaza you just need to walk a little to reach Surabaya Plaza Hotel. Actually in front of Manyar Jaya bookstore you'll see another bemo code N soft yellow colour, I would suggest you to take this bemo, because N straight forward to monkasel or delta plaza, so you just have to ride & pay Rp.4000 at once.

From Surabaya plaza hotel, you just need to walk a little less than 5 minute to reach Submarine Monument.

From Submarine monument to Zangrandi ice cream, I would suggest you to walk, about 5-7minutes walking actually but it's very good to emptyed your stomach from the Jemblung noodle. You need to walk straight forward Pemuda street and turn right at Yos Sudarso street, look at your right side, afterGarden Palace Hotel there you'll find Zangrandi Ice cream.

To the Youth Central. Just cross the road of Yos Sudarso street, there you'll find a wide complexes old building of Youth Central.

Now, our last destination, Coconut Satay Ondemohen. From youth central you have 2 option, walk straight forward Yos Sudarso street untill you reach the big building of mayor office in Walikota Mustajab street (or local people said Ondemohen street) turn left on it, walk again through that street, look at left / right side of the road and you'll find the restaurant from its signboard name "Sate Klopo Bu Asih" about 12-15 minutes of walking or more. A bit tired but you can enjoy Surabaya athmosphere. Or, you can take & ride on bemo N or M, and tell the driver that your destination is Sate Klopo Ondemohen (coconut satay ondemohen) & don't forget to pay Rp.4.000 /person.

Try'em all OK?

*****

4.03.2014

Manfaat Teh Hijau untuk Kesehatan

Kandungan zat yang sangat bermanfaat dalam teh hijau (Camelia Sinensis) adalah katekin, yang merupakan senyawa polypehnol yang terdiri dari: katekin, epikatekin, galokatekin, epikatekingalat, epigalokatekin, epigalokatekingalat, yang berperan besar dalam kemampuan teh hijau untuk menjaga kesehatan.

Best regard to Google search engine result

• Pencegah oksidasi:
Teh hijau merupakan pelindung yang kuat terhadap kerusakan butir darah merah (bersifat antioksidan), karena katekin dalam teh hijau dapat menetralkan Sr-90, suatu isotop yang sangat berbahaya.

• Menjauhkan manusia dari kanker:
Berdasarkan penelitian diketahui bahwa teh hijau dapat menghambat pertumbuhan sel kanker, dan menghambat aktivitas beberapa senyawa karsinogen penyebab kanker.

Best regard to Google search engine result

• Menyehatkan jantung & pembuluh darah:
Teh hijau dapat membantu menekan kolesterol dalam plasma darah, mengurangi pengentalan & agregasi darah, menghambat pertumbuhan sel otot halus di sekeliling urat nadi yang dipacu oleh kolesterol , dan memperkuat pembuluh darah kapiler. Bahkan dapat menghindarkan diri dari penyakit jantung koroner.

• Melangsingkan tubuh:
Teh hijau dapat membantu mempercepat tingkat metabolisme, karena pengaruh antioksidannya dapat membantu liver berfungsi lebih efektif. (Sebuah penelitian oleh American Journal of Critical Nutrition di Amerika pada November 1999 melaporkan bahwa pria yang memiliki berat badan berlebih, yang meminum teh hijau 3kali sehari, dapat membakar 200 kalori ekstra per harinya).

• Anti mikroba & anti alergi:
Sebuah penelitian menunjukkan hasil bahwa teh hijau dapat menangkal mikroba pembentuk racun dalam makanan dan mikroba penyakit pencernaan (diare), menghambat terjadinya karies pada gigi, menghambat infeksi virus influenza, dan menekan terbentuknya senyawa - senyawa alergis seperti histamin.

Best regard to Google search engine result

• Manfaat lainnya:
  • Katekin dalam teh hijau mampu menangkap radikal bebas 100x lebih efektif dibandingkan vitamin C , dan 25x lebih efektif dibandingkan vitamin E
  • Menurut Prof. Dede Kusmana, MD, PhD, FACC., ahli penyakitjantung Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, katekin dalam teh hijau bersifat multifungsi: antioksidan, anti radang, anti penggandaan sel, anti agregasi, menurunkan kolesterol jahat (LDL (low-density lipoprotein)), menurunkan kadar Lpa (faktor trombosit), dan melebarkan pembuluh darah (melalui pembentukan nitrit oksida)
  • Kandungan antioksidan 2 cangkir teh hijau sama dengan 7 gelas jus jeruk atau 20 gelas jus apel (berdasarkan Pusat Penelitian Antioksidan London)
  • Hasil penelitian secara in vitro oleh Departemen Pertanian Amerika Serikat, menunjukkan bahwa teh memiliki kemampuan meningkatkan aktivitas insulin paling tinggi, sehingga teh hijau sangat baik untuk mencegah / mengobati diabetes.

Best regard to Google search engine result

*****