12.03.2013

GoodBye Tokyo: Tower, Asakusa, Toyota

Hari ke-3...
Di jadwal acara tur dituliskan bahwa kami akan melewati IMPERIAL PALACE. What?! Melewati? Well..sy berharap agar si 'mimin' di manajemen tur jari tangannya keselip saat mengetik jadwal tur tersebut.

Hanya tampak dari luar saja T_T

Puncak salah satu bangunan istana

Penampakan dari jalan raya

Dan yang terjadi adalah... Kami benar2 hanya dilewatkan saja! Aarghhh...!! Benar2 ironis... Rupanya Imperial Palace ini adalah sejenis dengan Istana Negara di Indonesia, dia bukan sekedar istana yang telah ditinggalkan dan hanya dilestarikan, Imperial Palace sampai saat ini masih difungsikan sebagai tempat tinggal kaisar & keluarga kerajaan (dan segala aktivitas kerajaan), sehingga hanya warga Jepang sajalah yang diperbolehkan masuk ke dalam istana, itu pun hanya di hari2 tertentu saja.


TOKYO TOWER
Ini dia nihh... menara impian sy sejak kecil saat sy pertama kali mengenal dunia tentang negri Jepang dari film kartun Sailormoon...Tokyo Tower! (Selanjutnya sy sebut "Tower")

Jalan masuk dari area parkir
-Doraemon- untuk menyamarkan area konstruksi
Menuju loket tiket
Beli tiketnya disini yaaa
Pintu masuk (dari arah parkiran)

Hmm...firasat sy buruk, dari kejauhan saat sy & rombongan masih berada di dalam bis, tower yang terlihat tinggi menjulang justru terlihat lebih mirip seperti menara radio (sy sempat teringat dengan antena pemancar radio di stasiun radio tetangga sebelah rumah lama sy di Surabaya) hanya saja "antena pemancar radio" yang satu ini memiliki ruangan2 yang difungsikan di setiap lantainya. Jika dilihat dari kejauhan, jujur saja sy lebih memilih TV Tower di Shanghai, setidaknya bentuk bangunan luarnya sedikit lebih keren dibandingkan Tower.
Atau mungkin Tower ini baru terlihat kecantikannya saat malam hari (karena saat sy mengeksplor keliling bagian dalam tower terlihat ada beberapa replika menara yang ber-lampu2 menyala di setiap ruas tiangnya, dan dari replika tersebut sy benar2 bisa membayangkan bagaimana cantiknya rupa menara ini di malam hari...:))

Di tower sy membeli tiket yang termurah dan yang paling mungkin untuk sy beli. ¥820 yaitu tiket untuk Main Observatory saja. Mengapa sy katakan "yang-paling-mungkin-untuk-sy-beli"? Karena menurut papan di loket tiket sy termasuk kategori "HS Students and Older".

Ada 3 tipe kunjungan tiket: Main Observatory Only (ketinggian 150 meter); Combination (Observatory 150m & 3 Floor (Wax Museum & Space Wax)) <kalau sy tidak salah ingat>; Dan, Comb 4 Floor <kombinasinya sy benar2 lupa :p>

Ada 3 kelompok harga: HS students and older (HS) ; Jr.HS / elementary school students (JHS) ; Dan, Four-years old and older (4YO).

- Untuk Main Observatory only: HS>¥820, JHS>¥460, 4YO>¥310.

- Untuk Comb 3 Floor: HS>¥1820>diskon>¥1420, JHS>¥1160>diskon>¥900, 4YO>¥1010>diskon>¥700.

- Untuk Comb 4 Floor: HS>¥2320>diskon>¥2120, JHS>¥1260>diskon>¥1160, 4YO>¥1110>diskon>¥1010.

Sy tidak tahu mengapa, bagaimana, dan sampai kapan adanya diskon2 harga untuk tipe kunjungan kombinasi, tapi jika kita melihat ke dalam tower banyak sy temukan spanduk2 yang bertuliskan "55th Anniversary Tokyo Tower" (mohon diingat, sy ke Jepang pada bulan Agustus 2013) jadi sy berasumsi mungkin diskon tersebut diadakan dalam rangka HUT Tokyo Tower. Tanggal pastinya sy pun tidak tahu, tapi melihat masih adanya spanduk, dan diskon, sy berasumsi kemungkinan HUTnya di bulan Juli - September. (Kalau ada pembaca yang tahu tanggal HUT Tokyo Tower, share di kolom comment ya)

Sebenarnya di dalam grup tur sy ada seorang anak kecil umur 6-8 tahun, kalau melihat papan tiket seharusnya dia cukup membeli tiket ¥460, sayangnya sy tidak sempat melihat tiketnya. Di pintu masuk, (khusus) anak2 mendapat suvenir berupa pin khas Tokyo Tower, sebuah suvenir yang membuat sy "ngiler2" setengah mati.. -.-

Ada banyak hal yang bisa kita temukan di Observation Area di ketinggian 150m. Di salah satu sudut terdapat "An Ema" yang mana sy lihat sebagai 1 set yang terdiri atas: gapura kecil terbuat dari kayu, sekumpulan kertas coklat berbentuk Tower & hati (love), meja untuk menulis dilengkapi dengan spidol hitam, kuil doa kecil, dan sebuah papan keterangan (atau apapun itu, wkwkwk karena bertuliskan huruf2 Jepang, yang tidak sy pahami). Melalui keterangan berbahasa Inggris yang ada, sy asumsikan bahwa kertas2 coklat itu adalah untuk menuliskan keinginan / impian kita, lalu menggantungnya di gapura kayu, dengan harapan impian/keinginan kita dapat terwujud suatu hari nanti. Yang sy lihat di gapura kayu tersebut adalah ada banyak sekali kertas2 coklat yang digantung hingga bertumpuk2 tiap baris gantungannya, dengan tulisan dari berbagai bahasa (mayoritas dengan huruf2 "cacing2" entah Jepang / mandarin / Korea / Thailand, dll).
Beberapa kertas coklat yang bisa sy baca (Inggris& Indonesia) mereka justru menuliskan data diri seperti: nama, asal negara / kota, dan tanggal saat mereka mengunjungi Tower ^^ supaya dikenang kali yaa... Untuk bisa menulis di kertas2 coklat tersebut sepertinya kita harus membayar ¥700 (Waooww...mahal amat yaaa..). Entah karena harganya yang mahal, atau karena tumpukan kertas yang menggantung sangat tebal, atau karena pengunjung ingin mencari cara cepat dan praktis, banyak sekali pengunjung yang menulis di ruas2 tiang gapura kayu, bahkan hingga ke atap2nya, sampai2 bisa dilihat tidak ada ruang kosong yang masih bersih dari tulisan di gapura kayu tersebut..weleh2...antusiasme pengunjung Tower benar2 patut diacungi jempol!




Di sudut yang lain terdapat sebuah komputer yang 'mungkin' jika dicoba opsi2 menunya akan menceritakan tentang isi Tower, sejarah, pembangunan, dll (sy tidak mencobanya karena kemungkinan besar pasti memakai bahasa Jepang).

Di sudut yang lain lagi terdapat lantai kaca tembus pandang seluas 0.5m x 0.3m yang mana hanya cukup untuk 1 orang saja berdiri menjejakkan sepasang kaki di atasnya, ya memang dari lantai kaca ini anda bisa melihat langsung ke jalana jauh di bawah tower, namun sensasi rasa melayang /"thrill" berdiri di atas ketinggian 150m tidak akan terasa sama sekali. Hanya bagaikan secuil pandangan ke bawah. Apalagi jika anda membandingkannya dengan TV Tower di Shanghai yang memiliki 1 lantai khusus, yang seluruh dasar lantainya adalah kaca tembus pandang, sehingga anda bisa berjalan2 mengelilingiseluruh sudut lantai tersebut bagaikan anda melayang di ketinggian berpuluh2 meter jauh di atas jalanan kota Shanghai, jadi sy yakin anda akan benar2 bisa merasakan sensasinya dan rasa "thrill" yang sy rasakan saat di TV tower tsb.

Dari lantai ketinggian 150m, turun 1 atau 2 lantai sy agak lupa, anda akan menemukan toko suvenir Goods Shop yang menjual gantungan kunci, hp, dll tetapi saran sy jangan beli di toko ini. Mahal! Lebih baik anda mencari suvenir di stan2 suvenir di lantai dasar Tower (lantai 1 atau 2 sy lupa..) yang pasti di lantai ini stan2nya juga menjual suvenir makanan2 kecil seperti cookies, permen, dan cake Tokyo Banana (lihat: Ada Di Jepang) Di sini gantungan kuncinya lebih murah, dengan selisih minimal ¥5 dibandingkan Goods Shop di lantai atas.

Salah satu sudut Goods Shop
Foto - foto lainnya dari Tokyo Tower:






ASAKUSA KANON TEMPLE
Destinasi kami berikutnya adalah sebuah kuil terkenal di Jepang yang memiliki sedikit pengaruh dari agama Buddha. Hal unik yang sy temukan dari lokasi kuil ini adalah bangunan kuil berada masih cukup jauh ke dalam, dan di depan2nya adalah rumah2 penduduk, toko suvenir, dll, dan para turis pengunjung akan tetap bisa menyadari bahwa mereka telah berada di lokasi yang tepat, karena di bagian terluar (terdekat dengan jalan raya) terdapat gapura besar dengan tiang2 dan lampion besar berwarna merah yang bentuknya menyerupai gapura di depan kuil utama (yang masih jauh ke dalam) yang menjadi penanda lokasi Asakusa Kanon Temple.

Pemukiman penduduk. Arah menuju kuil
Deretan toko. Arah menuju kuil.

Menuju ke arah kuil utama kita akan melewati pemukiman penduduk dan toko2 yang menjual ragam suvenir khas Jepang seperti hiasan kipas, hiasan boneka geisha, boneka samurai, hiasan patung Hello Kity, gantungan kunci, gantungan hp, gantungan spion mobil, gantungan kincir angin, juga ada toko2 makanan & snack khas Jepang seperti sushi, ramen instan, es krim kacang, stik seafood yang digoreng, panggang, dll. Semakin mendekat ke arah kuil, pelataran luas terpampang di depan mata kita, dengan beberapa bangunan2 yang tersebar di beberapa titik, ada bangunan gudang kuil, kuil pendamping, ada stan resmi kuil yang menjual buku2 tentang kuil, buku doa, gantungan2 mobil / rumah yang berisikan ayat2 doa, ada rak2 yang ber-laci berisi kertas2 ramalan mirip "jiam-si" di kelenteng2  Tridharma di Indonesia yang juga dilengkapi tabung2 kocok berisi stik2 kayu. Yang mengagetkan sy adalah anda harus memasukkan uang ¥100 untuk bisa mengocok tabung kayu dan mengambil kertas ramalannya....Alamakkk! Jangan lupa, kalau ramalan anda jelek, sebaiknya kertasnya diikatkan ke papan kawat yang ada tepat di sebelah rak ber-laci tsb. Bagaimana anda tahu jelek tidaknya ramalan anda? Kertas ramalan dari laci2 tersebut memang bertuliskan huruf2 bahasa Jepang, namun di sebaliknya tersedia huruf2 latin dalam bahasa Inggris, sayangnya kalimat2nya berupa kata2 kiasan pantun, jadi pandai2lah menafsirkan arti dari kertas ramalan anda.

Gapura kuil
Pelataran kuil
Stan penjual buku doa, dll
Mau ngeramal? ¥100
Kalau hasil ramalan anda jelek, ikatkan kertasnya disini

Kolam air
Sy tahu sedikit mengenai tata cara doa di kuil ini (kalau salah atau ada yang kurang, mohon koreksi yaaa -comment-). Mula2 sebelum anda memasuki area kuil, ada sebuah  kolam air berkepala naga di setiap sisi tengah kolam tersebut dan mengeluarkan air melalui mulutnya. Di kolam tsb disediakan sendok aluminium bergagang kayu panjang, dengan sendok ini ambilah air yang keluar dari mulut kepala naga, pegang sendok dengan tangan kiri untuk membasuh telapak tangan kanan dengan air yang sudah kita tampung di sendok, sebaliknya pegang sendok dengan tangan kanan saat anda hendak membasuh telapak tangan kiri, sehingga kedua telapak tangan bisa dikatakan 'saling membasuh'.

Kemudian tepat di tengah2 depan area pintu masuk kuil, terdapat sebuah kotak besar berwarna dominan merah, yang bagian atasnya berupa bilah2 kayu hitam bercelah di antaranya. Sebelum kita masuk ke dalam kuil, di kotak ini kita lemparkan masuk uang koin ke celah2 bilahan kayu lalu kita tepukkan secara perlahan kedua tangan kita ke arah depan sebanyak 3x dan pejamkan mata sebentar, sy tidak tahu pasti apakah di sini kita (pengunjung turis / umat domestik Jepang) berdoa sebentar atau hanya memejamkan mata saja selama beberapa detik. Kalau sy sih..sy menepuk tangan tapi tidak melempar uang koin apapun :P dan saat memejamkan mata sy hanya mengucapkan (dalam hati) salam saja sihh...

Altar kuil
Kotak sejenis juga ada di dalam kuil, tepat di depan altar doa utama (yang diberi pembatas jendela kawat /kaca (sy lupa..) dengan area pengunjung). Di sisi kiri kanan kotak tersebut terdapat sangkar kaca yang berisi lilin2 yang menyala. Untuk menyalakan lilin anda diminta untuk memasukkan uang koin /
lembaran ¥100, tapi sy lupa dimana tempat kita mengambil lilinnya dan di tempat lilin itu jugalah terdapat kotak untuk anda memasukkan ¥100.

Kemudian di sisi kiri dan kanan setelah sangkar lilin, ada rak2 kertas ramalan persis seperti yang kita temukan di pelataran depan kuil, 2 di sisi kanan, 2 di sisi kiri. Bagaimana cara mendapatkan kertas ramalan tsb? Setelah anda masukkan uang ¥100 kocoklah tabung yang berisi stik kayu tsb drngan kemiringan tabung maksimal 45ยบ hingga ada stik kayu yang keluar dari lubang tipis kecil di permukaan atas tabung (sy lupa, apakah keluar sedikit saja atau harus keluar sepanjang stik atau stik kayu harus sampai terjatuh dari tabung) Lalu di stik tsb ada huruf2 angka Jepang, carilah angka yang sesuai di rak2 lacinya, dan ambilah selembar kertas ramalan dari dalam laci.
Kertas ramalan sy...
Karena kita tidak paham huruf angka Jepang maka saran sy perhatikan saja lekukan & model tulisannya dan carilah yang mirip persis antara di stik kayu dengan di laci rak. Sy sendiri hihihi...mencoba semuanya selama berada di kuil..ya hitung2 kesempatan langka..kapan lagi sy bisa kembali Asakusa Kanon Temple lagi....

Keluar dari kuil, masih di area pelataran kuil yang sebelumnya sy ceritakan di atas, sy menyadari banyak pengunjung yang selesai sembahyang menuju ke arah sebuah 'gentong' berpahat ukiran dan beratap di tengah2 pelataran. Di 'gentong' tersebut banyak sekali abu dan asap hasil pembakaran (sepertinya ada sesuatu yang dibakat umat di situ) (sy mengasumsikan, apa mungkin seperti di kelenteng Tridharma di Indonesia, dimana umat biasanya membakar "kim coa" kertas2 tipis berwarna kuning bertuliskan tinta keemasan saat mereka selesai sembahyang. Jika ada pembaca post ini yang mrngetahui apa yang dibakar di 'gentong' tersebut mohon sy diberikan koreksi melalui kolom comment) Pengunjung / umat domestik yang sy lihat, mereka mendekat ke pinggiran bibir 'gentong' dan mereka mengibas2kan kedua tangan terbuka dengan gerakan dari arah dalam 'gentong' ke wajah mereka, seperti hendak mengenakan seluruh asap dari 'gentong' ke wajah mereka. Apa maksudnya? Hmm..sy tifak tahu..tapi yang pasti sy juga ikut2an mengarahkan asap2 dari 'gentong' ke arah wajah sy..sambil berharap akan sesuatu yang baik.

Foto - foto lainnya dari Kuil Kanon Asakusa:

Tangga menuju kuil

Bagian dalam kuil
Salah satu ornamen tepat di sisi kanan luar kuil

Lukisan cerita di pelataran kuil




Ornamen naga kayu -di bagian dasar lampion merah-

Lihat bagian atas gentingnya!

TOYOTA MEGA WEB
Toyota Mega Web bisa dikatakan sebagai museum 3 in 1 (museum plus shopping mall plus tempat makan). Disini kita akan diperlihatkan sebuah museum terbuka yang sangat luas terdiri atas 3 lantai yang bentuknya dapat sy katakan lebih mirip dengan showroom pameran jual beli mobil daripada museum. Sy katakan terbuka karena seluruh objek pameran, dipamerkan (yaitu mobil2 buatan Toyota) tanpa sekat / etalase /dll sehingga pengunjung museum bisa melihat, menyentuh, mencoba eksterior dan interior mobil2 tersebut (bukan test drive lhoo yaaa..^^).
Satu2nya foto indoor yang sy ambil -kelupaan sih-
Saking luasnya area pamer museum ini anda pun bisa berlari2 berkeling2 dari ujung ke ujung untuk mengeksplor seluruh area dan semua mobilnya. Dari model mobil terbaru (mobil kecil hanya untuk 1 penumpang -driver only-) hingga model mobil ter-unyu (model Pikachu Pokemon juga ada, lengkap dengan kuping panjangnya) semua ada di Toyota Mega Web. Bagaimana jika anda ingin membeli salah satunya? Hmm...sy tidak tahu bisa atau tidak...tetapi secara akal sehat sy sarankan anda cukup berpuas2 diri berfoto & cuci mata di sana... yahh.. melihat betapa sulitnya persyaratan visa Jepang (lihat blog:Visa Jepang) dan melihat harga barang2 di Jepang yang luar biasa mahalnya 2x lipat harga barang Indonesia... sy tidak bisa membayangkan persyaratan2 untuk kita (turis non-Jepang) untuk membelinya maupun mengirimnya ke Indonesia, apalagi harganya ¥_¥ $_$

Tampak depan lantai-1
Keluar dari 3 lantai museum, ada area Shopping Mall dan resto di sekitarnya. Secara keseluruhan Toyota Mega Web ini berbentuk seperti donat, gedung bulat dengan area terbuka di bagian tengahnya, area tengah yang terbuka ini adalah sebuah kafe terbuka (saat sy ke Toyota lhoo ya... -Aug2013- siapa tau lain waktu anda -pembaca blog- ke Toyota dan bagian tengahnya bukan kafe terbuka lagi, mungkin mereka kehabisan masa sewa / bagaimana... hihihihi...) Beragam jenis toko ada di sini, dari premium class hingga one-price-store. Benar2 tempat yang cocok untuk keluarga, ayah dan putranya mengeksplor museum mobil, ibu dan putrinya berbelanja :P

Outdoor Cafe

Yah...itulah akhir jalan - jalan sy di kota Tokyo (dan sekitarnya...).




Sumber: Koran Jawa Pos 01 Desember 2013 (halaman 16 kolom bawah)

Toyota Mega Web adalah museum mobil terbesar di Jepang , bahkan di seluruh dunia. Museum yang dibangun pada tahun 1999 ini berada di daerah Odaiba, area reklamasi pelabuhan Tokyo, sekitar 1 jam naik train dari kota Tokyo. Semua mobil yang dipamerkan disini tidak dikunci, penjaga museum yang stand by juga hanya sedikit sekali, sehingga anda tidak perlu khawatir akan dibuntuti kemanapun anda pergi.

Tujuan dibangunnya TMW yang menelan dana 15 miliar Yen (sekitar 1.5 triliun rupiah) ini adalah untuk mengedukasi anak muda Jepang akan perkembangan mobil dan mendekatkan mereka dengan mobil melalui konsep "bermain - main" bersama Toyota. TMW memang didominasi oleh mobil2 buatan Toyota, tetapi ia juga memiliki koleksi non-Toyota, mulai Honda, Nissan, hingga mobil buatan Eropa seperti MG, Fiat, Citroen, bahkan mobil buatan Jerman seperti Mercedes Benz dan BMW. Di area Toyota City Showcase juga terdapat beberapa mobil balap buatan Toyota. Disitulah emosi serta adrenalin terpacu karena menyaksikan mobil - mobil beradu kecepatan secara dekat dan kuatnya aura balap di mobil itu. Di lantai 1 semua pengunjung bisa mencoba semua produk Toyota hanya dengan membayar ¥300 (sekitar Rp.35.000) dan menunjukkan SIM lokal.


Naik ke lantai 2 terdapat kafe yang interiornya dihiasi oleh mobil balap Nascar Toyota, Formula, dan mobil gokart. Disini anda ngafe dengan ditemani poster2 dan foto2 pembalap zaman dulu sambil menikmati espreso hasil racikan barista Alessandro Nannini Cafe (saat penulisan artikel -2013), plus  jika anda sedang beruntung anda bisa melihat restorasi mobil oleh mekanik di garasi (saat penulisan artikel -Yudi Hananta- reporter Jawa Pos berkesempatan melihat 2 mekanik yang merestorasi mobil Mustang Shelby dan Cadillac).

Tuner in house Toyota, yakni TRD dan Modelista juga ikut ambil bagian disini, tepatnya di sebelah kafe, mereka membangun sebuah dekorasi mirip dengan pit stop di arena balap.

Di lantai 1 terdapat area shopping mall Venus Fort, yang di bagian belakangnya terdapat History Garage. Ratusan mobil kuno produksi tahun 1940 hingga 1970-an dipadu dengan interior jadul benar2 membangun emosi nostalgia di tahun tersebut. Ada beberapa tema untuk tiap area, misalnya tema garasi Amerika tentu akan berisi mobil2 seperti Chevrolet Bel Air dan Cadillac, lalu di area Eropa dinding2nya didekorasi seperti Eropa kuno.

(Catatan tambahan -Yudi Hananta- reporter Jawa Pos membeli 1 unit diecast Nissan Skyline R33 skala 1:43 seharga ¥2500 (sekitar 300ribu rupiah)).

*****

11.02.2013

Mencicipi TOKYO: Disneysea & Disneyland

TOKYO DISNEYSEA
Ahh...akhirnya sy sampai juga ke postingan kali ini. Posting pertama sy yang menceritakan pengalaman jalan2 sy selama berada di negri Sakura. Kami mendarat di Jepang di kota Tokyo saat hari hampir menjadi malam, melalui bandara Haneda, (bukannya di Bandara Narita yang lebih banyak dikenal orang awam) sebuah bandara baru yang mulai mengalami kepadatan setara Narita.

Arah Masuk Disneysea
Keesokan harinya Disneysea menjadi tujuan pertama kami. Dikatakan bahwa Disneysea ini dibangun oleh manajemen-Disney-theme-park untuk memenuhi antusiasme masyarakat Jepang terhadap Disneyland (pionir theme park di Jepang) sampai2 Disneyland tidak pernah sepi pengunjung pada hari apapun. Bahkan pada hari libur anda harus mengantri minimal 30 menit di tiap wahana. Oke.. hari pertama, pagi itu TV setempat meramalkan kemungkinan terjadinya hujan alhasil kami pun serombongan meminjam payung milik hotel yang bersimbolkan Tokyo Dome Hotel dan warna biru tua. Sesampainya di Disneyland bukan rintik air yang menetes, melainkan panasnya sang Surya yang justru bersemangat bertemu kami, dan kami pun sukses berseragam payung biru selama berkeliling @_@

Disneysea
Wahana pertama yang sy coba adalah Storm Rider, yang berada di area Port Discovery. Di wahana ini kita akan merasakan sensasi berada di dalam pesawat yang terjebak dalam sebuah badai & hujan yang sangat lebat hingga pesawat tersebut hampir saja terjatuh ke lautan dalam.
Hanya 2 kata yang mampu mendeskripsikan wahana ini: KEREENN..LUAR BIASA..! Saran sy bersiap2lah untuk berbasah2 ria dari sisi depan & atas anda..atau jikalau anda anti air atau ingin melindungi tas mahal anda, maka siapkanlah 1set koran untuk anda buka lebar2 menutupi tubuh dan tas anda dari sisi depan.
Untuk sisi atas saran sy relakanlah sedikit baju pundak anda & kepala anda, anda sebaiknya tidak menggunakan koran tadi seperti payung karena koran anda akan menghalangi pandangan pengunjung yang duduk di belakang kursi anda, & siap2lah untuk dimaki dalam berbagai bahasa planet lain <¥₩%~@&#$:-(←*:$>

Kacamata 3D
Di theme park sekelas Disnesysea yang merupakan favorit warga jepang dimana hampir semua wahana dipenuhi oleh antrian pengunjung domestik dan turis asing, sebaiknya anda berburu tiket percepatan (FastPass -selanjutnya akan sy tulis dengan "FP") ke semua wahana, sebelum anda mengantri bermain. Bagaimana cara memperoleh & menggunakan FP?
- Bukalah peta Disneysea anda, dan temukan wahana2 mana yang memiliki fasilitas FP. Perhatikan simbol FP berwarna merah.
- Segera pergi ke wahana FP terdekat, cari mesin tiket FP (biasanya berada d arah masuk wahana)
- Lihat papan petunjuk di atas mesin FP: Jam tersedianya tiket FP & Jam anda boleh menggunakan tiket FP anda
- Jika kedua jam tersebut cocok untuk anda, scan-kan tiket masuk Disneysea anda ke slot tiket. Mesin akan mengeluarkan tiket FP atau tiket penolakan FP.
- Tiket Penolakan FP: akan terjadi jika anda punya tiket FP sebuah wahana, & jam "next FP anda (tertulis di tiket FP sebelumnya) bertabrakan dengan jam tersedianya FP & jam anda boleh memakai FP wahana berikutnya. Seperti foto tiket penolakan FP ini: terlihat bahwa hak anda untuk mendapat tiket FP berikutnya adalah jam 12.25,
- Tiket FP: akan anda dapatkan jika: anda belum mengantongi tiket FP apapun; atau jika jam "next FP" anda (tertulis di tiket FP) cocok / tidak bertabrakan dengan jam tersedianya tiket FP wahana berikutnya atau jam anda boleh memakai FP wahana tersebut.
- Informasi yang tercantum dalam tiket FP: nama wahana, jam anda boleh memakai FP tersebut, jam anda berhak mengambil "next FP" di wahana yang lain. Sayangnya sy kelupaan memfoto tiket FP sy -.-
- Jadi pastikan jam "next FP" anda tidak bertabrakan dengan jam FP wahana berikutnya.
(Fastpass & cara penggunaannya juga berlaku di Disneyland Jepang)

Gunung2 buatan di zona Mysterious Island
Oke, wahana berikutnya adalah 20,000 Leagues under the Sea yang berada di zona Mysterious Island. Jujur sy agak kecewa dengan FP wahana ini karena selisih panjang antrian pengguna FP dengan non-FP hanya 2-3meter saja, mungkin saat sy mendapat tiket FP wahana ini ada banyak pengunjung yang juga mengambil tiket FP di wahana 20,000. Dan giliran sy pun tiba...

Zona Mysterious Island
Lagi-lagi sy kecewa dg wahana 20,000 Leagues ini, setelah melalui antrian yang panjangnya mengular bukan kepalang, yang kita dapatkan hanyalah, pengunjung dikelompokkan per 4 orang duduk dalam sebuah "kapal selam" bulat kemudian kapal selam a.k.a kereta itu akan berjalan secara perlahan-lahan di atas rel dengan sesekali diberi effect getar, goncangan, tabrakan, terpaan angin, selama berjalan kita diperlihatkan (melalui jendela bulat di keempat sisinya) suasana dalam laut dengan lampu2 cantik yang menghiasi replika karang dan ikan buatan. Di permukaan juga
Salah satu view saat nengantri wahana 20,000
jendela terlihat gelembung2 udara untuk mendukung terbentuknya susasana lautan dalam... benar2 wahana yang membosankan (meskipun sy sempat terpesona dengan effect lighting yang disajikan) dan 2jam mengantri pun terbuang sia-sia.

Hampir jam 12 siang saat sy keluar dari wahana 20,000, saatnya mencari makan siang, dari info beberapa teman dan foto2 instagram sy pun mencari yang namanya daging Kalkun yang terlihat begitu lezat dan big-size di foto instagram (btw, follow my instagram: catherinethedja). Dan sy pun menemukan si Kalkun setelah sy menuruni tangga2 lereng gunung buatan di zona Mysterious Island, tepatnya di resto "Nautillus Galley". Kalkun..oh..kalkun.. Smoked Turkey Leg lezat, nikmat, kenyang walau tanpa nasi atau menu tambahan lainnya, rasanya mirip dengan smoked ham atau smoked beef.

Smoked Turkey Leg
Kalau anda ingin merasakan taste yang berbeda sy sarankan anda memakan kalkun tsb dengan sachet kecap saos yang ada di rak meja di dekat wastafel / kasir (hampir semua resto / cafe di Disneysea & Disneyland memiliki rak meja ini, rak ini biasanya berisi bumbu pelengkap makan & minum, seperti sendok & garpu plastik, kecap saos, sambal, gula, cairan lemon, cairan gula (gum sugar)) maka rasa kalkun anda akan berbeda tapi tetap selezat tanpa kecap saos, asin asam manis dengan aroma smoked yang sangat khas. Sangat patut dicoba. Ada 1 menu unik lagi yang sy temukan di Nautillus Galley, sayangnya sy menemukannya saat sy sudah mau keluar dari resto,bahkan sy tidak sempat memfotonya, Pork Gyoza, berbentuk putih persegi panjang pipih dengan pinggiran2 yang sepertinya dipanggang, mirip CwiKiauw isi daging babi di restoran chinesse food.
>Nautillus Galley > Smoked Turkey Leg > ¥500
>Nautillus Galley > Pork Gyoza >¥300.

Karena waktu banyak terbuang mengantri & main di wahana 20,000 Leagues, kurang lebih hampir jam 2 siang saat sy selesai makan siang dan sy masih mengantongi 1 tiket FP yang terakhir, kenapa sy katakan 'terakhir'? Karena setelah sy mendapat tiket FP tsb dan sy ingin mengambil tiket FP untuk wahana Journey To The Center of The Earth yang berada di area yang sama dengan Nautillus Galley, huhuhu... sy tidak akan bisa menggunakan tiket FP wahana Journey (meskipun jika sy bisa mendapatkannya). Mengapa?? Karena saat sy ingin mengambil tiket FP Journey (sy menyempatkan mampir ke wahana Journey bahkan sebelum sy menemukan Nautillus Galley) sy melihat papan waktu FP menunjukkan bahwa jam tersedianya FP & jam FP bisa digunakan adalah kurang lebih sekitar jam 18.00.....Aarggghhh......!! Sedangkan sy & rombongan harus pulang dari Disneysea jam 17.00... OMG sungguh ironis!
Tiket Penolakan
Namun sy tidak kehilangan akal, sy nekad scan tiket Disneysea sy sambil berdoa berharap mesin FP Journey error & memberi sy tiket FP. Dan yang terjadi adalah Tiket Penolakan, yang sy dapatkan sodara-sodara!! -.- Tiket ini menyatakan bahwa hak sy untuk tiket FP berikutnya adalah mulai jam 12.25, jadi sy tetap boleh mengambil FP hanya saja bukan di wahana Journey :(

View menuju Tower of Terror
Kembali lagi ke makan siang, setelah beres dengan si Kalkun sy pun menuju ke wahana FP terakhir sy, yaitu Tower of Terror sebuah wahana roller coaster gelap gulita. Saran sy setakut apapun anda usahakan agar anda tidak berteriak kencang hingga mengubah mimik wajah anda menjadi konyol, karena saat klimaks permainan anda akan difoto secara tak terduga melalui kamera 3 sisi sekaligus, foto anda akan dipasang di layar2 foto dekat pintu keluar wahana, dan pastinya banyak orang dari berbagai negara bisa leluasa melihat foto anda. Anda (& orang lain pun) bisa mencetak foto anda dengan membayar beberapa yuan & mendapat frame motif Tower of Terror. Kalau sy sih... sy tidak mengambil cetakannya...hufftt..jeleknyaa :-(

Saat sy keluar dari wahana Tower jam menunjukkan pukul 15.30 & waktu yang tersisa hanya 1,5jam saja, sy pun menimbang-nimbang untuk memanfaatkan waktu tersisa ini untuk mengantri wahana /FPnya dulu, atau berkeliling2 Disneysea berburu oleh2, foto2 & mencicipi makanan kecil. Opsi kedualah yang secara logika masuk akal & terpilih.
Mickey & Minnie Ice Cream
Sy menemukan stan penjual es krim dan sy membeli es krim2 unik ala Disney, es krim Minnie & Mickey.... slurrpp.... di tengah panasnya matahari Jepang es krim ini benar2 pas untuk melegakan dahaga yang kekeringan.
> Mickey's Ice Bar > rasa Tropical Fruit > warna Kuning > ¥300
> Minnie's Ice Bar > rasa Raspberry & Peach > warna Pink > ¥300
Sy sarankan anda membeli Minnie saja, manisnya sungguh menyenangkan hati, kecuali jika anda penyuka rasa asam belilah si Mickey yang memiliki rasa asam campuran beragam buah2an.
Tiramisu Ice Cream Sandwich
> Tiramisu Ice Cream Sandwich > ¥300
Satu lagi es krim unik yang sy coba, mengambil konsep es krim roti d Singapura es krim seukuran telapak tangan wanita dewasa, dengan rasa vanila berlapiskan 2 biskuit coklat yang lumayan tebal ini memiliki cita rasa yang berbeda. Terasa sekali biskuit coklat dan rasa vanilanya di setiap gigitan anda...Yummy.. sangat recomended bagi chocolate-lover.

Okay..berpindah ke stan makanan camilan. Saat kami berwahana ria sempat terlihat banyak pengunjung jalan2 sambil membawa box2 biru di tangannya sambil memakan sesuatu yang mirip lumpia. Dan sy pun menemukan stan penjual si makanan ber-box biru tersebut, stan kecil dengan antrian yang sangat panjang mengular naga bukan kepalang, dan sy pun ikut2an mengantri. Sambil kepala celingak - celinguk berusaha melihat papan menu & apa2 yang dibeli pengunjung di antrian depan sy, sy pun menghitung2 uang koin yen yang ada di dompet sy. Rupanya nama lumpia-box-biru tersebut adalah "Meat Pie" berbagai bayangan bentuk daging & kue pie pun berterbangan di kepala sy.
Meat Pie
Dan akhirnya tibalah giliran sy membeli, wew...benar2 di luar dugaan sy. 5 potong roti croissant berisi iris2an daging (sapi/babi??) diletakkan dalam box karton biru terbuka. Rasanya? Yah..persis roti croissant di toko2 roti di Indonesia hanya saja croissant ini berisi daging, dan camilan yang satu ini sukses mengotori tas & pakaian sy (serpihan croissantnya)....

Setelah puas icip - icip camilan dan makanan unik saatnya shopping! Baju2 original Disney dan bando Minnie mouse adalah suvenir khas Disney yang kudu wajib dibeli, dengan harga setinggi langit ketujuh, mereka memiliki kualitas terbaik sesuai dengan harganya. Baju terutama kaos T-shirt Disney kebanyakan memiliki model unisex dengan berbagai ukuran. T-shirt termahal yang sy temukan adalah ¥2300 dengan motif printing yang menyatu sempurna dengan bahan kaos dijamin tidak akan terkelupas walau dicuci berkali - kali (yang ini sih opini yang sy buktikan sendiri...), ¥1900 memiliki kualitas bahan 1 tingkat di bawah ¥2300 motif printingnya agak kurang menyatu dengan bahan kaos, dll. Sepengetahuan sy Dianey memiliki motif2, gambar, model baju & kaos yang berbeda di setiap tahunnya, jadi model baju yang anda beli tahun tertentu tidak akan pernah anda temukan di tahun2 yang sebelumnya & di tahun2 mendatang, kecuali jika produk tahun itu memiliki sisa produk, maka bisa anda beli di counter2 khusus Disney yang biasanya ada di bandara2 utama di kota dimana Disney theme park tsb berada, dan sy berani jamin harga2 produk di counter tersebut mayoritas diberi diskon spesial, salah satu counter Disney sale yang pernah sy datangi adalah "The Magic of Hong Kong Disneyland" di bandara Hong Kong (HKIA) Departure East Hall.

Suvenir imut nan lucu yang cocok dibeli untuk keponakan / adik perempuan / putri anda adalah si bando Minnie Mouse. Bando ini sekarang memiliki beragam model2 yang sudah di-modifikasi, ber-glitter, berwarna pink, pink highlight, ber-anting-anting, dll, tapi menurut sy yang paling khas adalah model asli Minnie Mouse yaitu telinga hitam dengan pita merahnya. Harganya? Huhuhu...bando dengan harga selangit kualitas terbukti. Sy agak lupa harganya dalam yen Jepang, namun satu hal yang pasti yang sy ingat adalah harganya jika di-kurs-kan ke rupiah lebih murah jauh dibandingkan dengan harga bando di Disney USA. Well...sebelum sy ke Jepang sy sempat browse harga bando original, harga si USA jika di-kurs-kan ke rupiah saat itu (Agustus 2013) adalah sekitar 200ribu ($1 = Rp.10.000), sedangkan harga bandonya saat sy mau membelinya adalah kurang dari 150ribu (1¥ = Rp.106 agustus 2013) dan sy pun tanpa tedeng aling - aling (istilah orang Jawa) langsung membelinya.....

Berikut adalah beberapa foto area Disneysea yang lain:







TOKYO DISNEYLAND
Hari kedua.. Tokyo Disneyland dibawah sinar mentari Jepang yang begitu cerah, dan sy pun nekad meninggalkan si payung biru tua di lobi CS hotel Tokyo Dome, padahal anggota tur yang lain tetap membawanya dengan alasan sebagai tameng dari sinar matahari. Alhasil sy pun selalu berlari - lari kecil menuju tempat teduh setiap kali sy menemukan area dengan penutup langit2 atau jalanan berpayung atau wahana semi-indoor.

Ini nih area yang paling sy sukai!

Karena Disneyland dan Disneysea memiliki 1 manajemen yang sama, maka aturan yang diterapkan & fasilitas yang disediakan untuk pengunjung pun hampir sama. Salah satu fasilitas yang menarik perhatian kamera hp sy adalah fasilitas sewa stroller....waKAkka.... saking banyaknya pengunjung domestik Jepang yang antusias datang, bahkan pasangan muda pun nekad membawa serta bayi, batita, atau balita mereka, dan sy pun sempat menangkap fenomena stroller seperti di foto ini:

Disneyland memiliki area yang sangat luas (seperti juga Disneysea) bahkan beberapa zona terpisahkan oleh laut / danau buatan, sehingga dalam waktu seharian pun sy yakin anda tidak akan sempat mengelilingi seluruh area. Oleh karena itu sy sarankan anda mencoba sarana transportasi yang disediakan, seperti kereta, kapal, perahu, mobil antik. (Untuk mobil antik, sepertinya anda harus menyewanya, jadi tiket Disneyland anda exclude mobil antik ini, dan anda akan didampingi staff Disney sebagai sopir & pemandu anda).

Stasiun Western river railroad
Dengan sarana transportasi ini anda bisa mengelilingi seluruh wilayah Disneyland (minimal 3/4 total area). Bahkan anda bisa berpindah dari ujung yang satu ke ujung yang lain (kereta & kapal).

Kereta Western river railroad
Salah satu alat transportasi yang sy coba adalah kereta "Western River Railroad", kereta ini membawa anda berpindah ke ujung zona yang lain, sayangnya selama perjalanan rupanya kereta ini tidak melalui area terbuka Disneyland melainkan melalui sebuah hutan buatan yang memiliki patung2 bergerak yang menggambarkan suasana kehidupan di pedesaan Indian-Amerika, patung2 tersebut gerakannya begitu detail & sangat halus sehingga tidak terlihat patah2. Ada sedikit kekecewaan, karena sy berharap bisa diperlihatkan seluruh wilayah Disneyland selama perjalanan kereta ini, tapi untungnya kereta ini tidak sepanas jika dibandingkan anda menaiki kapal, jadi yaaa....cukup recomended dehh...

Kereta Western river railroad
Untuk makan siang sy sarankan anda makan di jam non-makan-siang-orang-awam atau saat ada pawai berkeliling (saran ini berlaku di semua theme-park di Jepang), karena jika anda nekad makan siang di jam umum, maka sy berani menjamin bahwa anda akan merasakan kegilaan yang sy rasakan. Jam 13.00 sy memutuskan mencari makan siang..beberapa resto & kafe sy coba, dari yang terdekat dengan wahana terakhir hingga sy harus berjalan berpindah ke beberapa wahana.. dan yang sy lihat di semua resto & kafe tsb adalah antriaaaaannnn di semua kasirnya hingga keluar dari pintu masuk, orang2 yang berdiri2 di sekitar bangku2 makan (mereka mengantri bangku, dari pengunjung2 yang masih duduk makan), orang2 yang duduk bergerombol di lantai2 sambil tangan mereka membawa piring / nampan makanan, mereka memenuhi semua area kosong di resto / kafe tsb, di dekat wastafel, di dekat toilet, dll......AAarghhhh.....!! Melihat semua itu membuat mood makan menjadi hilang (perut tetap berbunyi sih..)

Karena sdh capek berkeliling berjuang mencari resto / kafe dengan antrian normal dan perut pun tetap meronta-ronta minta segera diisi, dan jam juga sudah menunjukkan pukul 14.00 akhirnya resto terakhir pun jadi pilihan-putus-asa sy. "Plaza Restaurant" sebuah restauran yang rupa2nya adalah favorit pengunjung domestik Jepang. Bagaimana kondisinya? Yah tidak jauh berbeda dengan resto kafe yang laiinya, namun perut keroncongan mengalahkan segalanya... HwAaa.... no more ngantri... no more bersikap tertib, sopan, & santun.... Antrian yang ujung akhirnya ada di 1 meter sebelum pintu masuk tidak sy pedulikan, srut..srutt... dengan badan meliuk2 sy menyelip diantara antrian menyusup sedepan mungkin... HwAkKakakakaaa.. dan beberapa anggota tur berdiri2 seperti satpam di pinggir bangku2 meja, sungguh menjengkelkan sekumulan gadis muda Jepang, sudah tau kami sedang menunggui mereka, mereka tidak mempercepat makan, malah bersantai2 makan sehelai demi sehelai udon sambil ngobrol santai, untungnya kami akhirnya mendapat beberapa bangku kosong.

Papan menu Plaza Restaurant
Kembali ke sy yang sedang mengantri, sambil antri sy celingak - celinguk kepala berusaha melihat papan menu di kasir terdepan, dan menoleh-noleh ke semua pengunjung yang selesai bertransaksi yang membawa nampan2 berisi makanan pesanan mereka, ada 3 menu yang secara visual sangat unik dan menarik perhatian.
>Chilled udon with shrimp & charsiu > ¥680 >udon dingin telurnya berbentuk Mickey Mouse
>Chicken & scrambled egg over rice >¥650 >piringnya berbentuk siluet Mickey Mouse
>Fried chicken on  chinese bun >¥530 >bakpao-nya berbentuk kaos tangan putih Mickey Mouse.

Lihat kuning telur & ujung kepala sendok gulanya^^
Sy memilih yang tercantik di foto menu yaitu si Udon dingin...brrr.... memang dingin udon ini.. disajikan dengan udang2 kukus, daging chasiuw, dan telur unik yang kuningnya berbentuk siluet Mickey Mouse, dengan rasa asam2 hambar yang sangat aneh di lidah orang Indonesia (sy -maksudnya-) untung sy menemukan bubuk cabai di rak-bahan-pelengkap-makan-minuman, dan bubuk cabai ini sukses memberi rasa ke udon dingin sy. Rasanya berubah menjadi 'sedikit' lebih lezat (atau karena sy sdh terlalu lapar ya?).

Salah satu wahana di Toontown yang sy coba adalah rumah Mickey & Minnie Mouse. Anda ingin tahu bagaimana sih rumah ikon Disney tersebut? Berikut adalah sedikit cuplikan interior & eksterior rumah mereka: (klik gambar untuk memutar video klip)


Dan saat sore hari, saat kami hendak pulang kembali ke hotel, sy sempat melihat pawai para 7 kurcaci yang menari2 & berinteraksi dengan pengunjung, berikut sedikit bagian dari pawai mereka: (klik gambar untuk memutar video rekaman)


(Perhatikan hingga akhir video ada sedikit kejadian lucu si kurcaci kuning..hihihi..)

Berikut adalah foto2 Disneyland yang lainnya:







*****

10.31.2013

Penge-Blog

Halo. ไฝ ๅฅฝ. Hello. ู…ุฑุญุจุง. ใ“ใ‚“ใซใกใฏ. ะฟั€ั‹ะฒั–ั‚ะฐะฝะฝะต. เธชเธงัเธชเธ”ี.  ์•ˆ๋…•ํ•˜์„ธ์š”.

Perkenalkan, sayalah si penge-blog di blog catherinethedja.blogspot.com, sekaligus tukang potret, tukang hias, tukang promosi, tukang translate, tukang cuap-cuap, tukang listrik komputer, dll. >.<

Siapakah saya?
Anak kedua dari 3 bersaudara, yang selalu mencintai dan menyayangi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga terdekatnya, terutama sang ibunda. Berdomisili di sebuah rumah gedongan kawasan elit di kota Pahlawan, Surabaya bagian Barat, Jawa Timur, Indonesia. Seseorang yang cinta mati pada pelajaran sejarah dan sastra, yang tidak akan pernah berani mengambil resiko untuk hidup dari keduanya. ;) lol

Okupansi asli di dunia nyata, yaitu yang menghidupi sy,  membiayai kuota internet untuk blog ini, membayar biaya perjalanan, mengisi perut keroncongan, adalah sebagai kuli tinta, kuli stempel, kuli ketik, kuli materai, & kuli translate, di sebuah perusahaan yang berorientasi ekspor, berskala nasional, memiliki kantor nun jauh di Surabaya Timur, dan pabrik di sebuah desa nelayan terpencil di ujung pulau Jawa.


Hmm..sepertinya si Boss melakukan kesalahan besar saat merekrut sy, begitu juga sy yang sepertinya selalu melakukan kesalahan besar yang sama saat sy menandatangani adendum perpanjangan kontrak kerja di setiap awal tahun... WakAKaakakak ^^ (profesi tersebut adalah benar adanya saat posting ini dipublikasikan ke dumay). Bekerja 6 hari seminggu, 8 jam sehari, demi perjalanan keliling Indonesia, dan ke seluruh dunia, demi semangkuk sup asparagus dan selembar portofolio investasi (alay&lebayMODE:ON!!)

Apa isi blog ini?
Hmm... tergantung mood... tergantung momen... tergantung isi dompet... tergantung inspirasi... tergantung hati... tergantung perut... :P

Mengapa judul blog ini "See Through My Eyes, Enjoy Through My Experiences"? Lihatlah melalui kedua bola mataku, Nikmatilah melalui pengalamanku. Yah..karena sy ingin menebar luas ke seluruh dunia akan pesona sy, melalui tombol-tombol keypad & keyboard tentang kisah2 kehidupan, pengalaman, kesukaan, perjalanan, gambar, video, lagu, yang saya dapatkan melalui kelima indra sy, yang puji syukur hingga detik post ini dipublikasikan, masih diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa kesehatan selalu. #cieileeee @_@

Oopss.. hampir lupa.. isi blog ini sy publikasikan dengan berpedoman pada slogan pemilu Indonesia yang tertulis di buku pelajaran PKN siswa Sekolah Dasar, yaitu JURDIL & LUBER (jujur, adil, langsung, umum, bebas, rahasia) dan bebas dari tekanan, sogokan, ataupun ancaman pihak manapun. Tapi kalau ada diantara pembaca yang meminta sy mer-review / membahas suatu subjek miliknya... dengan senang hati sy akan mengangkat materinya ke dumay... Atau jika ada pembaca bersedia menyuap / menyogok sy.... WAKakakakkakaK... dengan senang hati pula sy akan menerima sogokan anda *maklum*nasib gaji sang kuli* :-[

So.. keep reading, follow, like, comment, and share my blog posting.. See through my eyes.. and enjoy through my experiences.. :)


Check my another networking account:
Instagram : catherinethedja
Foursquare : catherinetedja
Google+ : catherinethedja

Aktor cowok, siapa ya ini ?_?


*mohonmaafjikalauadakata2dalamblogsyyangmenyinggungpembacasekalian*