9.01.2013

Ada di Jepang

Hola.... ini adalah post kedua sy yang membahas seputar negara matahari terbit, negri impian para pecinta anime & manga. Post kali ini sy membahas mengenai segala hal / benda yang sy temui selama sy berwisata di Jepang, yang tidak ada (ehm..-belum ada-) di Indonesia, atau mungkin ada di Indonesia tapi jumlahnya sangat sedikit a.k.a jarang / sulit ditemukan. Semuanya akan sy tulis berurutan sesuai dg urutan sy melihat / menemukan / mendapatkan / membelinya. Jadi, bagi para pembaca blog sy, anda "diwajibkan" menuliskan comment pada post ini jika ada benda / hal yang sy tulis anda temui d Indonesia & jumahnya tidak sedikit alias mudah ditemukan ^_^

● Orange Juice Bireley's Premium Selection 100
Minuman kaleng ini adalah produk Jepang pertama yang sy terima pada saat sy baru saja menjejakkan langkah kaki di negri Jepang, tepatnya di dalam bus di area parkiran bandara Haneda, Tokyo. Minuman ini adalah bagian dari fasilitas tur yang diberikan melalui local guide kami. Bagaimana rasanya? Asaaaaaaammmm...! (-normal- bagi kedua orang tua sy. Apa sy yang terlalu lebay ya?)

● Toilet Duduk
Sebenarnya toilet duduk di Jepang (di mal dan hotel) hampir sama dengan toilet duduk di Indonesia, hanya saja toilet duduk di Jepang sudah dilengkapi sekumpulan tombol yang sangat membantu anda saat BAK & BAB ^^ Tombol2 ini mengatur sistem penyiraman air langsung dari kran khusus di dalam toilet ke tubuh anda yang duduk di atas toilet, jadi tidak ada kran selang di samping toilet untuk menyiram sehingga toilet dipastikan kering & bersih. Tombol2 ini dilengkapi multi bahasa, Inggris, Jepang, & bahasa gambar, sehingga orang dari negara manapun sy rasa mampu memakai tombol2 tersebut.
"Stop" untuk menghentikan penyiraman, "Spray" untuk menyiram ke arah (maaf) pantat, "Bidet" untuk menyiram k arah BAK wanita. "Water pressure + -" untuk mengatur suhu air yang disiram. "Flushing sound + -" ini dia tombol yang paling tidak berguna menurut sy, dengan tombol ini anda tidak akan mendengar suara flushing melainkan suara siulan burung, bunyi air terjun, dll. Bagaimana menurut anda?

● Vending Machine minuman (kaleng, botol, karton)
Hampir di semua sudut jalan, area keramaian, area menuju toilet, sudut mal, banyak ditemukan mesin penjual minuman, mereka selalu berderetan 2mesin sekaligus yang menjual minuman berbeda-beda di dalam keduanya, dengan warna & motif yang sangat "eye-catching" & "colourful" pada mesin bagian depan. Di Indonesia, terutama di kota sy, Surabaya, mesin penjual minuman sejenis pernah sy temukan di 2 tempat yaitu di RKZ alias Rumah Sakit Katolik St.Vicentius A.Paulo di jalan Diponegoro 51 dan di HCOS alias Rumah Sakit Premier di jalan Nginden Intan Barat Blok B. Hanya saja menurut sy di Indonesia mesin penjual minumannya cenderung tidak menarik perhatian, kurang terawat, terkesan tidak terbeli, kurang menarik (jika dibandingkan dgn yang ada di Jepang).

● Kran air (yang bisa diminum)
Xixixixiix.....inilah penyelamat sy dari dehidrasi selama di Jepang. Mengingat bahwa kami hanya mendapat jatah air mineral gratis dari pihak tur 1 botol 500 - 600 ml per harinya (di luar minuman saat makan pagi, siang, & malam). Bahkan fasilitas umum (yang hanya sy temukan di lokasi wisata permainan, seperti Disneysea, Disneyland, Universal Studio) ini sangat sangaatt membantu menjaga ketebalan dompet sy agar tidak jebol karena dehidrasi. Fyi, sebotol air mineral 500 - 600 ml dijual dengan harga terendah yang sy temukan, ¥100, (di vending machine yang sedang promo diskon) dengan kurs penukaran sy Rp.1 = ¥106, maka sebotol air mineral = Rp.10.600. Jadi kurang lebih anda akan menghabiskan minimal Rp.100.000/hari untuk memenuhi kebutuhan minum manusia normal (8 gelas per hari) o_o


● Wahana Sky Flower
Ini dia nih.... wahana permainan yang sy lihat dari kejauhan langit malam kota Tokyo di dekat hotel kami tinggal dan sy "ngarep bangetz" untuk mencobanya. Wahana ini adalah salah satu wahana permainan di area Tokyo Dome City Attractions di dekat hotel sy, Tokyo Dome Hotel. Wahana seharga ¥600 per orang ini adalah sebuah kotak kecil terbuka -hanya berpagar- yang cukup untuk diisi 2-3 orang dewasa dengan payung raksasa berlampu warna-warni yang akan membawa anda terbang tinggi ke langit malam Tokyo ( :) sy menaikinya saat malam hari, dan lagipula kalau siang hari lampu2 di payungnya juga tidak akan terlihat) sehingga anda bisa melihat kota Tokyo dari atas & meluncur turun dengan cepat, yang menurut sy kecepatan naik & turunnya masih dalam taraf normal, bahkan tanpa berpegangan pun sy tetap menikmati wahana ini.... yuhuuuu.. angin malam pasti anda rasakan saat ia meluncur turun..
Payung di sebelah kami yang ditumpangi 3 cewek remaja Jepang, entah mereka yang terlalu lebay atau memang mereka ketakutan luar biasa, wew... mereka berteriak-teriak setiap saat payung mereka meluncur turun... AAaaa......! AaaAaaaaaa.....! #pfiuhh..

● Mesin penjual tiket permainan
Tiket untuk bermain di wahana di area Tokyo Dome City Attractions hanya dapat dibeli melalui mesin tiket. Tiap mesin dapat melayani 3 wahana yang berdekatan, dan mesin ini bertuliskan huruf Jepang, kecuali nama wahana, jadi sebaiknya anda memanggil si mbak-mbak Jepang penjaga wahana dan meminta mereka membantu melakukan transaksi di mesin itu. Dengan pemahaman bahasa Inggris yang sepatah-sepatah mereka akan melayani kita (turis) dengan semaksimal mungkin dan sangat jujur (heheheheheh berdasarkan pengalaman sy yang memanggil mereka sampai 3 kali & mereka memberikan uang kembalian pas beserta uang sen-nya #4 Jempol!!


● Tokyo Banana
Hmm..pertama kali sy mendengar nama makanan ini dari local guide, sy tidak bisa membayangkan bentuk ataupun kemasan makanan tersebut. Kalau rasanya sih sy yakin pasti ada rasa2 pisangnya. Rupanya makanan ini adalah a-must-buy-food-souvenir. Awalnya makanan ini hanya punya 1 bentuk dan varian rasa. Setelah terkenal, Tokyo Banana mulai memiliki beberapa varian rasa & bentuk.

Original isi 8
  - Tokyo Banana Original. Isi 4pc. Packing plastik. ¥470 (lupa-lupa ingat ^^). Isi 8pc. Packing kotak & plastik. ¥1000.
Tampak dalam "original"
    - Tokyo Banana Roar. Isi 4pc. Packing plastik. ¥500.

    - Tokyo Banana Baumkuchen. Isi 9pc. Packing kotak & plastik. ¥1050.

Rasanya?? Nyuss... Nyess.. Maniss.. Lembutt... wkwk sy membeli Tokyo Banana original. Menurut sy Tokyo Banana ini memang maknyuss.. hanya saja jangan makan terlaku banyak.. nantinya bisa "eneg" yah mungkin maksimal 2pc/orang di waktu yang sama. Yaaa...kecuali jika anda penggemar makanan manis.. mungkin sanggup makan hinggal lebih dari 2pc di waktu yang sama.. Fyi, makanan ini sy temukan di area Tokyo Tower ( lantai berapa sy lupa T_T) di lantai itu kios2nya menjual beragam suvenir makanan, gantungan kunci, dll. Apa Tokyo Banana ada dijual di tempat lain? Sy tidak tahu. Bagi anda yang menemukannya di lokasi lain & anda membaca blog ini, anda "wajib" comment blog ini, agar wawasan pembaca lain (& juga sy) ikut bertambah.. apalagi kalau Tokyo Banana yang abda temukan harganya lebih murah bling2..¥_¥..cling2!

● Mesin pembuat & penjual gantungan kunci bergambar Tokyo Tower.
Mesin ini tentu saja hanya bisa anda temukukan di area Tokyo Tower, terutama di tower ketinggian 150 meter (lokasi saat sy menemukannya pertama kali). Mesin ini hampir saja menipu saya x_x mengapa? Jika anda melihatnya sekilas alias sambil lalu saja maka anda akan mengira harga gantungan kuncinya adalah ¥200..hoaaa sungguh harga yang sangat murah untuk sebuah gantungan kunci berbahan dasar kuningan. Fyi, selama di Jepang, hingga saat sy sebelum ke Tokyo Tower, suvenir gantungan kunci harga terbaik yang bisa sy temukan adalah ¥300 @_@.
Hanya ¥200 dan sy bisa mencoba mesin itu..wah benar2 seperti mimpi... Eeeehh...ternyata.. saat sy mendekat, ¥200 tersebut hanyalah harga untuk rantai & pinggiran bandulnya saja T_T anda harus menambah ¥400 - ¥600 untuk bagian bandul gantungan kuncinya :O !! (¥200 + ¥400 = ¥600 x kurs ¥1 = Rp. 106 = Rp. 63.600 ckckck...) Jadilah sy membatalkan niat membeli & mencoba mesin tersebut -_- dengan penuh keyakinan sy bisa menemukan penjual yang bisa memberi harga lebih ringan di kantong seorang karyawan swasta ;-)

● Rickshaw
Rickshaw alias becak yang ditarik dengan tenaga manusia ini sy temukan pertama kali di Jepang yaitu saat sy dan grup diajak makan di resto tradisional ala Jepang di pusat kota Tokyo. Terlihat ada beberapa cowok - cowok Jepang dan (ups...) satu2nya cewek dalam kumpulan itu memakai pakaian yang hampir sama, atasan putih, celana hitam, sepatu hitam, tutup kepala hitam (lihat foto). Mereka berdiri di pinggir jalan raya, berteriak sekeras2nya, sambil menyodorkan kertas di tangannya kepada setiap pejalan kaki yang lewat.
Di Jepang (Tokyo) sepertinya rickshaw digunakan bukan sebagai alat transportasi umum melainkan sebagai objek wisata. Mereka akan membawa anda berkeliling2 sekitar komplek area terdekat dengan rickshawnya selama kurang lebih 10menit. Berapa harga naik rickshaw? Bagaimana rasanya naik rickshaw? Sayangnya local guide sy saat itu terlanjur "mencak-mencak seperti cacing kepanasan" saat ia melihat ke arah jam tangannya, dan kami pun harus cepat2 kembali ke dalam bus, jadi, jawaban sy adalah nol besar (0) alias tidak tahuuu......

● Piring makan Anpanman
Hahaha.... piring unyu ini sy temukan saat makan di buffet hotel Fujinobou Kaen daerah Gotemba. Untuk orang dewasa berupa piring makan kotak2, sedangkan anak2 ditemani si Anpanman unyuuu....^^
Untuk dewasa
Untuk anak2 :P

● Pay TV Machine
Kebanyakan hotel2 di Jepang pasti menyediakan saluran TV populer berbayar di TV kamar hotelnya. Biasanya konsumen melakukan pembayaran di front office hotel, tetapi di hotel Fujinobou Kaen daerah Gotemba, sy menemukan mesin pembayaran untuk saluran TV populer. Mesin ini diletakkan di sudut dekat lift.
Bagaimana cara penggunaan mesin ini? Sy tidak bisa menjawabnya, karena sy tidak memakai fasilitas tersebut. Tetapi melihat tulisan di mesin tersebut sepertinya kita perlu memasukkan nominal ¥1000, mungkin kita akan mendapat sejenis kartu atau serial number tertentu, baru kemudian kita bisa mengakses TV populer di TV kamar kita.

● Mesin Penjual gantungan HP
Mesin ini ada di depan salah satu toko di shopping area Gunung Fuji stasiun perhentian  ke-5.
Kecantikan bandul2 pilihan yang dipajang di kaca depan mesin sempat membuat mata sy segar sesaat, dan dengan harga ¥200 (* Rp.106 = Rp.21.200 #Waoww!) mereka tersimpan dalam bentuk bola2 yang menurut sy cocok sekali untuk oleh2 kerabat spesial, namun melihat model mesin ini, sepertinya pembeli tidak dapat memilih gantungan Hp yang anda akan dapat, karena tidak ada tombol khusus untuk memilih model yang diingini seperti di kaca depan mesin. Niat sy pun urung 2x lipat...

● Sanitary Napkin Machine
Satu lagi mesin keren yang sy temukan di Jepang. Meskipun hanya sy temukan di beberapa sudut toilet umum, tapi mesin ini wajib diadakan di indonesia, terutama di lokasi wisata outdoor di Indonesia. Mesin penjual pembalut wanita! Waaooww...sebegitu tidak tabunya Jepang akan benda yang satu ini! Ketika kita wanita Indonesia kebingungan mencari cara menyembunyikan pembalut yang tak sengaja menyembul dari dalam tas saat kita mau berganti di toilet terdekat, wanita2 Jepang justru dengan santainya membeli pembalut melalui mesin ini di depan banyak wanita lainnya @_@ (di area toilet umum).
Harga pembalut wanita di dalam mesin ini ¥100 (= Rp.10.600 hmm..barang apa saja kalau lokasi jualnya di Jepang pasti harganya minimal 2x lipat di Indo ya? Hahahaha)

● Toilet Tradisional Jepang
Toilet jenis ini diklaim sebagai toilet tradisional asli made from Japan. Toilet model duduk jongkok ini biasanya ada di area toilet umum di lokasi wisata outdoor, sy menemukannya saat berada di istana Osaka dan Kuil Kyomizu-dera. Dari 6 ruang toilet umum yang tersedia, minimal ada 2 ruang yang toiletnya model jongkok, dan dinding ruang itu pasti diberi papan informasi mengenai ketradisionalan toilet ini & saran penggunaannya.


● KitKat Series (& Pocky)
Yup.. inilah suvenir makanan yang paling dikenal & diburu turis2 asal Indonesia, apalagi di Indo juga sedang booming onlineshop yang membuat PO (pre order) pembelian KitKat & Pocky (dengan harga.. 2x lipat aslinya di Jepang :0 ).
Kitkat Uji-matcha (Green tea)
Berdasarkan Google search engine, KitKat & Pocky di Jepang sebenarnya memiliki banyak sekali varian rasa, bahkan Pocky memiliki rasa khas untuk tiap2 kota di Jepang. Tapi selama sy berada di Jepang sangat sulit menemukan semua variannya, apalagi pocky, tidak ada 1 pun Pocky yang terlihat..justru sy lebih sering menemukan saudaranya, Pretz yang mengusung varian rasa seafood. Karena Pretz tidak dikenal di Indonesia jadi sy tidak membahas /memfotonya.
- KitKat Green tea ("uji-matcha") (yang memiliki rasa khas teh hijau Uji dari Kyoto)
    ~ Hanamasa supermarket > 1 plastik besar isi 10pc @2 slice >¥368
   ~ Salah satu toko di shopping area gunung Fuji perhentian stasiun ke-5 > item sama persis di Hanamasa >¥500
    ~ Toko kecil menuju departure area di bandara Kansai (KIX) > 4 slice >¥150. > Karton > 10pc @4 slice >¥1500.
Hwaaa...perbandingan harganya semakin sy temukan kog semakin mahal saja :O.


- KitKat Blueberry Cheesecake.
    ~ Di toko yang sama tempat sy menemukan KitKat Green tea di Gunung Fuji > packing karton menyerupai Gunung Fuji > jumlah isi: tidak diketahui >¥600
- KitKat Strawberry ("Wa-Ichigo") 
    ~ Di toko yang sama tempat sy menemukan KitKat Green tea di bandara Kansai > 4 slice >¥150. > Karton > 10pc @4 slice >¥1500.
- KitKat Cherry Blossom / Sakura????
Sy tidak yakin akan KitKat yang satu ini, karena sy tidak melihatnya secara langsung dengan mata sy sendiri. Rupanya di toko kecil arah Departure area bandara Kansai selain menjual KitKat strawberry, green tea, juga menjual varian lain yang tidak terlihat oleh sy karena sy hny sesaat di toko itu lalu segera berlarian mengejar flight pesawat T_T. Saudara sylah yang meyakini bahwa toko itu juga menjual varian blueberry cheese, dan Sakura (atau rasa Cherry Blossom?? #dia sendiri  lupa2 ingat #hihihi sudah pikun mungkin :)).
Keberadaan si Sakura atau Cherry Blossom ini diyakini benar adanya setelah sy melihat hasil jepretan sy untuk varian Strawberry, terlihat di ujung kanan ada varian lain yang warnanya sama2 pink dengan si Strawberry (mungkin karena warna pinknya sama sy jadi tidak melihatnya). Untuk harga dan jumlah item, baik Blueberry cheesecake, maupun Sakura (atawa Cherry Blossom) sy yakin persis sama dengan 2 varian lainnya, yaitu, > 4 slice >¥150. > Karton > 10pc @4 slice >¥1500.
*Pocky
Sebagai tambahan informasi, sy menemukan Pocky varian rasa non-Indonesia, di Hongkong, tepatnya di daerah Causeway Bay, shopping area, di sebuah toko convenient store. Sayangnya karena saat itu sepi, hanya sylah pengunjung mereka, jadi sy tidak berani memotret tanpa membelinya ^^. Pocky rasa Coconut, Gokuboso, dan Tropical @HKG$18. Pocky rasa Strawberry dan Almond Crush @HKG$22.

● Love Fortune Teller
Sebuah alat yang kecil, simpel dan menarik perhatian. Alat ini sy temukan di jalanan setapak, daerah pertokoan menuju kuil Kyomizu-Dera, di depan salah satu toko. Di dalamnya terdapat banyak kertas gulungan kecil berisi ramalan tentang cinta, anda hanya perlu membayar ¥100, dan anda boleh mengambil acak salah satu gulungan. Jika anda tidak suka dengan isi kertas ramalan, sebaiknya dilipat panjang & diikatkan ke papan yang ada di bawah kotak ramal (katanya sih...untuk membuang sial) tapi jika ramalannya bagus anda boleh menyimpannya / membuangnya :p


● Gantungan handphone Hello Kity Sanrio
Harga gantungan Hp kecil imut nan unyu ini ¥525 berarti sekitar Rp.55.650 (Kurs Rp.106) emmm...harga yang lumayan tinggi menurut sy, dan keaslian gantungan HP ini sy rasa bisa diragukan melihat dari tempat penjualannya, sebuah kios suvenir di deretan jalur masuk ke kuil Kyomizu-Dera. Tapi hingga detik ini (saat sy menulis post) sy masih sangat berharap agar ia benar2 asli original Sanrio, karena rupa2nya adik sy sudah membelinya x_x dan sy baru menyadarinya sepulangnya kami ke surabaya...huhuhuhu

● Permen Coklat Melon
Permen ini dikatakan sebagai salah satu permen lokal asli Jepang. Permen yang ditawarkan oleh Local Guide kami saat sedang perjalanan di dalam bus ini memiliki tekstur persis melon berkulit yang terbelah dua, dengan rasa coklat yang maniiiissss sekali, empukkkk, lumeeerrr.. Harganya ¥1000 per 1pack besar.


● Kacang Pistachio
Kacang ini juga dikatakan sebagai salah satu snack asli Jepang...jujur saja sy sendiri agak meragukan kebenaran informasi tersebut..sebab sy cukup sering mendengar & melihat snack kacang ini. Rasanya? Enak, gurih, asin2 menggelitik di lidah. Harganya ¥1200 per 1pack besar.

● Permainan Jepang
Saat kami berkunjung ke Heian Shrine, di halaman pintu masuk ada 2remaja Jepang yang sedang memainkan permainan seperti yang terlihat di foto. 1 remaja memakai jubah panjang hitam, topeng -semacam- rubah, dan ia memainkan mainan yang mirip yoyo / gasing, sedangkan kawannya yang lain mensyutingnya dengan kamera, mirip kamera shooting milik televisi.
Apa mungkin si pemain adalah seorang pementas, dan si pensyuting memang karyawan TV lokal yang sedang membuat acara televisi? Ada yang tahu permainan apakah itu? Apakah jubah & topeng hanya perlengkapan pertunjukan?

● Simpul Jepang
Haaa.... satu lagi benda Jepang yang unik dan sy tidak tahu apa itu... T_T Anybody knows?? Plz comment my posting..
Simpul Jepang?
(Fyi, sy menemukannya di rak2 piring di salah satu resto tradisional tempat kami makan siang di Tokyo)

● Mobile Phone Charger Machine
Hwaaaa.... satu lagi benda keren di Jepang (baik fungsinya maupun bentuknya). Spot charger ini sayangnya tidak gratis, ¥300 per 20menit (dengan koin pecahan ¥100) (=Rp.30.600/20menit -kurs Rp.106 = ¥1) dan hanya bisa digunakan untuk handphone asli Jepang, yaitu: NTT Docomo, AU, Softbank. Jadi lupakan kemungkinan anda (turis asal Indonesia) untuk bisa nge-charge di alat itu. >.<

● Telepon Umum
Indonesia memang punya telepon umum, sayang jumlahnya semakin sedikit, yang ada pun kebanyakan rusak tidak bisa dipakai, kondisinya tidak terawat, banyak stiker iklan yang tertempel, dll. Coba kita bandingkan dengan telepon umum di Jepang. Telepon umum hijau ini sy temukan di Universal Studio. Ia berada di dekat "Mobile Charger Machine" dan kran air minum gratis.
Add caption
Terlihat dari foto, bahwa 1 alat telepon umum ini sangat fleksibel, anda punya kartu telepon? Bisa! Anda hanya punya koin? Bisa juga! Lokasi sedang ramai sekali? Besarkan saja volume suara telepon. Si penelepon bersuara keras? Kecilkan saja volume telepon. Anda sedang dalam keadaan darurat? Panik? Butuh pertolongan? Anda bisa menelepon pusat kepolisian / pemadam kebakaran / ambulans, GRATIS!! (Biasanya orang yang panik/shock pasti bingung sehingga sy rasa fitur gratis telepon darurat ini benar2 bermanfaat...). Bagaimana dengan telepon umum di Indonesia??

*****

8.14.2013

Visa Jepang & Aturan Hotel Berbintang di Jepang

Lebaran 2013 sy dan famili berwisata ke Jepang... Benar2 sebuah wisata yang menguras hati, jiwa, raga, dan dompet :p (sebelum berangkat, hari-H, selama wisata, dan sekembalinya sy ke tanah air). Postingan kali ini sy ingin share mengenai persiapan paling dasar untuk anda yang mau berwisata ke Jepang, melalui tour, atau para pemburu tiket murah meriah.

Syarat pengajuan visa Jepang:

Form Aplikasi Visa halaman-1

Halaman-2


1. Paspor yang masih berlaku minimal 7 bulan (&paspor lama).
2. Surat sponsor dengan kop surat. Hal ini bertujuan sebagai jaminan bahwa anda wisatawan Jepang, memiliki dana yang cukup dan dipastikan akan kembali ke negara asal saat wisata anda selesai. Misalnya yang bekerja kantoran, maka memakai kop surar milik kantor yang menyatakan anda karyawan sah & masih aktif dan menjamin diri sendiri, bahwa akan pulang setelah wisata selesai.
3. SIUP.
4. TDP.
5. Bukti keuangan 3bulan terakhir, misalnya rekening koran / tabungan minimal 50 juta per orang, baik atas nama individu / perusahaan. Jadi jika anda seorang suami dengan istri non-pekerja & 2 orang anak yang masih bersekolah, maka bukti keuangan anda adalah minimal 200 juta.
Mohon diingat, jika anda ingin mensiasati aturan ini, dengan memindah setoran sebesar nominal itu jangan lakukan penyetoran di hari2 yg berdekatan dan dalam jumlah besar sekaligus, karena pihak konjen akan mencurigai tabungan anda adalah fiktif. Misalnya 2 Agustus 50juta, 3/850juta, 5/8 50juta, 7/8 50juta. Maka besae kemungkinan syarat ini anda pasti gagal.
6. KTP, kartu keluarga, akta kelahiran, akta nikah, & surat ganti nama jika nama tercantum di paspor berbeda dengan di akta lahir.
7. Untuk pelajar ataupun mahasiswa, menyertakan surat dari sekolah / kampus yang menyatakan bahwa anda adalah pelajar / mahasiswa sah & masih aktif di sekolah/kampus tersebut.
8. Foto terbaru, background putih,  4.5 x 4.5 cm, 2 lembar.
9. Print out tiket pesawat & konfirmasi hotel.
10. Mengisi & tandatangan formulir pengajuan visa (seperti foto di atas).
11. Mengisi rinci formulir Jadwal Perjalanan (seperti foto di bawah ini).


Itinerary


Checklist kelengkapan dokumen pengajuan visa (bagian-1)

Checklist (bagian-2)

Berikut adalah kelengkapan dokumen yang harus dilampirkan, berdasarkan checklist Konjen Jepang: (harus disusun sesuai urutan ke bawah, saat anda mengajukannya)
1. Paspor
2. Form permohonan visa & pas foto (tanpa topi / bayangan)
3. KTP asli & fotokopi
4. Fotokopi Kartu Keluarga
5. Fotokopi Kartu Mahasiswa / surat keterangan belajar (lokasi pendidikan: ASEAN)
6. Bukti pemesanan tiket pulang - pergi
7. Jadwal perjalanan rinci, mulai pertama masuk hingga keluar dari Jepang
8. Daftar peserta tur & brosur acara tur
9. Dokumen yang membuktikan hubungan keluarga antara pengundang & pemohon
10. Dokumen yang berkenaan dengan pengundang, misalnya foto / surat
11. Fotokopi dokumen yang bisa menunjukkan hubungan pengundang dengan pemohon, misalnya Kartu Keluarga, Akte Keluarga, Buku Nikah
12. Fotokopi dokumen status izin tinggal anggota keluarga pemohon berkewarganegaraan Jepang berdomisili di Indonesia (KITAS)
13. Dokumen bukti hubungan keluarga antara pemohon & anggota keluarga warga negara Jepang yang berdomisili di Indonesia (fotokopi "Kosekitohan", fotokopi buku nikah / akte nikah)
14. Surat keterangan bekerja
15. Surat undangan
16.1. Bagi pemohon visa:
     16.1.1 Fotokopi bukti keuangan 3 bulan terakhir
     16.1.2. Surat dari kantor tempat pemohon bekerja, yang menjelaskan tujuan kunjungan ke Jepang
16.2. Bagi pengundang:
     16.2.1. Surat Jaminan (untuk menjamin pemohon)
     16.2.2. Surat keterangan pembayaran pajak ("Nouzei Shomeisho")
     16.2.3. Surat pemberitahuantahunan (SPT) ("Kakuteishinkokusho Hikae")
     16.2.4. Surat penghasilan ("Shotoku Shomeisho")
     16.2.5. Surat referensi bank ("zandaka-shomei")
     16.2.6. Fotokopi buku tabungan (3bulan terakhir)
     16.2.7. Surat keterangan kerja (mencantumkan lama bekerja & besarnya penghasilan)
     16.2.8. Surat keterangan domisili pengundang (jika pengundang adalah warga negara asing yang berdomisili di Jepang maka Surat Keterangan Domisili, fotokopi Resident Card, dan paspor harus dilampirkan.
     16.2.9. SIUP ("Tokibotohon") atau profil perusahaan (surat keterangan bekerja bila undangan secara personal)

Turis / pendatang berdasarkan kelengkapan dokumen di checklist konjen Jepang, dikelompokkan menjadi 6 tipe, yaitu: tujuan wisata, wisata grup tur, kunjungan bisnis, kunjungan keluarga, keluarga warga negara Jepang (domisili di Indonesia), kunjungan teman.

Dokumen untuk masing - masing tipe turis:
- Tujuan wisata: dokumen no.1-7, 11, 16.1.1
- Wisata grup tur: dokumen no.1-6, 8, 11, 16.1.1
- Kunjungan bisnis: dokumen no.1-7, 14, 15, 16.2.9.
- Kunjungan keluarga: dokumen no.1-7, 9, 11, 15, 16.1.1, 16.2.1-7
- Keluarga warga negara Jepang (domisili di Indonesia): dokumen no.1-7, 12, 13, 16.1.1, 16.2.1-2, 16.2.5-7
- Kunjungan teman: dokumen no.1-7, 10, 11, 14, 16.1.1, 16.2.1-8.

Form - form di atas bisa di-download di: Konjen Jepang.

Saat anda mengajukan seluruh form2 tersebut ke konjen Jepang, anda akan menerima kertas tanda terima. Jangan sampai kertas ini hilang karena ansa harus membawanya saat mengambil paapor anda. Cek isinya, dan yang terpenting tanggal keluarnya visa.




Aturan singkat hotel berbintang di Jepang:
1. Televisi. Kebanyakan tv di hotel jepang memiliki fasilitas "Pay Movie"  (biasanya film2 khusus dewasa, tv luar negeri yang populer -di luar Jepang- maka anda jangan sampai salah pencer tombol! Karena akan langsung masuk dalam tagihan kamar anda.
2. Para mama, mohon kurangi semangat '45 anda untuk bersih2 (a.k.a mencuci pakaian) karena hotel2 berbintang di Jepang akan mengenakan biaya tambahan yang cukup tinggi, jika ditemukan bercak (sebagai akibat menjemur cucian) pada lampu & kap lampu kamar. (Maupun di tempat2 lainnya).
3. Jangan pernah membasahi karpet kamar, karena anda akan dikenai biaya tambahan. Misalnya ketika anda mandi, karena beberapa hotel berbintang di Jepang ada yang berkarpet di area wastafel, ada juga yang lantai kamar mandinya selantai dengan lantai kamar. Atau mungkin jika anda minum air, jangan tumpah, terutama jika karper bisa membekas, atau jika anda minum jus / makanan / apapun yang sekiranya bisa menimbulkan bercak / bekas / basah pada karpet.
4. Anda yang mudah penasaran atau selalu ingin tahu, atau anak anda yang masih kecil, perlu diperhatikan bahwa beberapa hotel berbintang di Jepang pada fasilitas mini bar & kulkasnya memiliki sensor. Sehingga meskipun anda tidak meminum minuman kalengan yang ada, tapi anda sudah mengangkatnya dari posisi semula, maka kemungkinan besar harga minuman tersebut akan masuk dalam tagihan kamar anda. Jadi saran sy, jangan sentuh area kulkas & mini bar anda ^-^
5. NO mineral water! Semua hotel di Jepang tidak menyediakan air mineral dalam botol plastik (a.k.a aqua -biasa kita menyebutnya). Jadi saran sy sebaiknya anda membiasakan diri untuk memasak air kran anda dengan electric kettle yang disediakan hotel atau mengambil fasilitas air minum yang disediakan hotel saat breakfast (kecuali anda bersedia merogoh dompet cukup dalam untuk membeli minuman -minimal 100¥ per botol 500ml) T_T
6. Electric plug / soket / colokan listrik di Jepang adalah 110volt kaki 2 gepeng tipis ( | | ). Jadi sebaiknya anda membawa universal adaptor atau colokan tambahan 2 kaki yang gepeng seperti contoh foto.

Kaki 2 gepeng, bulat, & kaki 3 bulat

Universal adaptor yang sy bawa adalah 3in 1 seperti contoh foto, sy temukan dijual di Ace Hardware merek Krisbow harganya sekitar 150 ribu, di toko listrik daerah Mayjend Sungkono, Surabaya sekitar 50rb, di toko listrik daerah Baliwerti, Surabaya sekitar 35rb....wkwkkwkwkwkkw tentu sy membeli yang termurah. Tetapi entah mengapa atau karena adaptor sy mungkin kualitasnya pas-pasan atau memang colokan Jepang agak rewel, adaptor milik sy selalu tidak bisa menempel sempurna (agak menggantung sedikit) sehingga sy selalu mencari lokasi colokan yang rendah / dekat meja, karena kalau tidak menempel sempurna dan menggantung bisa saja lepas dan jatuh (akibat beban berat charger hp yang menggantung). Namun adaptor saudara sy yang harganya lebih mahal dari milik sy rupanya mengalami hal yang sama. Untungnya sy juga membawa colokan kecil yang khusus kaki 2 gepeng, dan colokan ini justru bisa menempel sempurna...hmmm.... Beli dimana colokan hitam kecil ini? Hmm... sy tidak tahu :D karena sudah ada di rumah sy sejak dulu.

Colokan kaki 2 gepeng

Tips dari sy, beberapa hotel yang menyediakan fasilitas hair dryer, biasanya menyediakan lubang colokan yg berbeda yaitu kaki 2 bulat  ( ● ● ) nah....silahkan coba colokan tersebut karena beberapa charger handphone Indonesia ada yang cocok ada juga yang tidak cocok.
*****


& Sumber info: grup Tour yang sy ikuti

7.05.2013

Bandungan & Cathedral Church of Semarang

Retreat House of Elika
This retreat house was located on Sukorini street, in highland area of Bandungan, Semarang. We arrived there about six o'clock at night, and we stayed  there for one night only. For me, The building and the area was so comfortable, so quiet, so peaceful. Since it was located in highland, so the air was still very clear, natural, cool, and the most important was everywhere colored in greeeeeennnn (eehmm.. I meant a lot of plants, tree, and flowers there). ;-)


Entrance way
Its area also very wide and spacious, (even its parking area was very big, I could guarantee that it's enough for minimum 8 bus or minimum 20 cars) with 3 storeys and 60 rooms, separated into some section rooms (I forgot to ask the house manager, how many room sections they have).

Name Board

They named every rooms ( include the hall, meeting room, eating room) with bible name, such as "Betlehem", " Jerusalem", and etc. Our room was located in section Finisea. Forgot to mention that they had 2 ways house's entrance, first, the officially entrance door, and second, entrance door from the side of the house, near the parking area. Well, because we entered the house from the door near the car parked, which was further to reach our room section (compared to, if we entered from the officially entrance door), so we were a bit of getting lost, we did need 3 minutes to find our room.

Main Entrance Door
Side Door
Their room section's way was  a bit alleys-gonna-be, so their stairs & ways a bit confusing especially for a new visitor, like me, we have to turn right / turn left several times, or go up to a small stairs, then continued to the long stairs, and etc, to reach my room section, Fenisia. Such a pity, since the last stairs to my room's floor was too small wide, it wasn't wide enough for safety & not so comfy. Alleys that connected each room was fenced with a-bench-look-alike. I thought that it was very good, because on your free time, if you get bored in your bedroom, you can sit here, enjoy the fresh air, and I am sure that after did this, you'll get a new aquintance, because not so long after you sit there, you'll find some people come along, sit there also...then you may start the conversation to know each other as new friend! #yippiee...!

The Alleys
All room section also provided with a hall area which could be used for meeting, gathering, and even for praying ceremony.

The Hall
Ahh... finally it's time for "Fenisia"! Room section was a-3-floor separately area, consist of 3 or more bedrooms & 3 or more outside bathroom in each floor, with a hall in the 3rd floor. It seems that all bedroom was prepared to be slept for 4 adult, because our bedroom consist of 1 king sized bed, 2 single sized bed, and a cupboard.

Since that there were only 3-outside-shared bathroom to use, with 3 bedrooms (3 or 4 person in each), it means that, it would be a hard competition in the morning & in the afternoon to won the bathroom ^_^ Lucky for us, ours was exactly straight near the bathroom area. So we surely won the bathroom competition everytime.

Shared bathroom

Very comfy, neat, and so cooolllddd (-the water- I mean). The hall area was next to bedrooms area, there they served us with drinking water in a jug  with glasses.


Dinner and the  next day morning breakfast were served in buffet of Indonesian food, in the eating room "Betlehem". For me, their cooking quite good as my expectation. So I should rated them with minimum 3*, okay?

"Betlehem"


Bandungan -Special Food-
Free time at night when we stayed at Retreat House of Elika....HAHAHAHA :P it's time to explore outside the house. When our bus arrived in the Retreat House, it passed through a night road which has so many local food stalls, and what so curious for me was they all had the same name-board where their special menu written there (while it was also the same for all o_O). It was "Serasi Tofu" (-tahu serasi- on Indonesian language) written there.

So after having dinner at "Betlehem" room, about 8 o'clock at night when we able to escape from the tour session in the main hall area, we got out from the house, goin' around, and stopped in the nearest food stall there we asked the seller (a woman) about what Serasi Tofu was. We found the fact that serasi tofu was Bandungan special food, especially at night. Why it named as "Serasi"? Actually it was a brand from a home industry who produced it. They took its name from Semarang's motto "Ungaran Serasi".
Raw Serasi Tofu

After their product became famous, then the other home industry of tofu there used the same brand "Serasi", and now it became as the specialty food at Bandungan. It has two way of cooking, it could be mild-fried (so it was deep fried in the outside, but mild in the inside) or it could be steamed and the rules for enjoy this night food was, it must be complimented with  a hot soy milk. Another preferable way to enjoy it was by dipping it into chili-mix-sweet-soy-sauce, so tofu would taste crunchy (if fried) or smooth (of steam) and sweet but also spicy!

Tempe Gembus
Beside serasi tofu, they also had another special food, they called it as "Tempe Gembus" it's made of soya bean, it was cut into triangle shape, covered with bread-powder, then deep fried them. Hmmm....yummy!!

Our night food
1 pack raw serasi tofu cost Rp.9.000, if it was mild fried ready to eat it would cost  you Rp.13.000. The complimentary drink, 1 glass of soy milk was Rp.3.000, while the chili-mix-sweet-soy-sauce was given for free. Fried ready to eat "tempe gembus" cost you only Rp.5.000. These food was a real out of my expectation, except the "tempe gembus". Serasi tofu for me, it's just an ordinary fried tofu like what my mom always cooked at home. The soy milk also, there was nothing special. The "tempe gembus" was really out of my expectation...from its small shape raw "tempe gembus" it changed into very big, I didn't know why, maybe it depends on the chef cooking ability :), and it tasted really delicious (at least if I compared it with tofu or milk).


Cathedral Church of Semarang
Second day pilgrim trip in Central Java, we visited the Cathedral church of semarang, which was located in Pandanaran street 9th, Central Java, Semarang, only a couple block far from pandanaran gift shop area.

The church inside
It was the biggest & greatest church (especially for Catholic I think..) in Semarang. Unfortunately, when we arrived there, a Catholic wedding ceremony was being held. Actually there's nothing bad from it, but it was because we couldn't explore all of the church area especially the inside part. So we did exploring the outside of the church building area.

Pieta - Per Mariam Ad Jesum

Jesus cross
At the side part of the church, there placed praying area of Jesus Christ (in cross), St.Mary (holding a child) and Pieta "Per Mariam Ad Jesum". It was so crowded there, because all prayer was praying there since they couldn't go inside. Even the candles area became so full of lightning candle that it became hardly for me to put my candle on, there.

Lucky for me.. one of our group member, an old lady told us that she could enter the church even there's a wedding ceremony inside. We tried. We really could enter the church, but as she said before we had to stay on the backside of the church to kept the atmosphere of a-holly-wedding. So we enjoyed the church's inside for only 30 minutes at the back row benches.

Ego Quasi Rosa Plantata Super Rivos Aquarum Eructificavi
"Ego quasi rosa plantata super rivos aquarum eructificavi" was written on the upperside of the church's front hall. Some people said  that this sentence reffer to bible books of Isaiah 35:2 "It shall blossom abundantly, and rejoice even with joy and singing: the glory of Lebanon shall be given unto it, the excellency of Carmel and Sharon, that shall see the glory of Lord, and the excellency of our God".

Church's bench
I didn't know whether it was such a coincidence or it's just only my opinion, but when I saw the church's bench ornaments which was look like flowers I connect its ornaments with sentence in the front hall church, because that Isaiah bible book mentioned a word of "blossom". Any other opinion from you, my blog reader? Well, you may commented my posting :)


Right beside the main door of the church, there placed St.Mary holding a child. There we placed our candle on, and pray.


*****